PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam dua pekan terakhir berdampak serius terhadap kelangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Gangguan pasokan daya ini mengakibatkan penurunan omset penjualan hingga kerusakan bahan baku makanan milik pelaku usaha.
Direktur Along Grup, Anggi Hermawan Saputra, menyatakan bahwa pemadaman listrik mengganggu aktivitas usahanya karena berbagai layanan tidak dapat beroperasi secara normal. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kenyamanan para pelanggan yang datang.
“Pemadaman listrik menurunkan jumlah pelanggan kami secara signifikan. Kenyamanan pelanggan ikut terganggu selama mati listrik bergilir yang terjadi sejak dua minggu lalu,” ujar Anggi di Along Caffe, Jalan Janah Jari, Kelurahan Langkai, Rabu (1/7/2026).
Dampak Pemadaman Terhadap Operasional Kafe
Anggi menjelaskan bahwa dampak finansial yang paling terasa adalah penurunan omset penjualan. Selama dua pekan terakhir, pendapatan usahanya merosot tajam dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya ketika pasokan listrik masih normal.
“Omset penjualan mengalami penurunan yang sangat drastis. Kami memperkirakan penurunannya sekitar 15 sampai 20 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” katanya.
Kerusakan Bahan Baku dan Kehilangan Pelanggan
Kerugian pelaku usaha tidak hanya berasal dari penurunan penjualan, tetapi juga dari rusaknya stok bahan makanan. Komoditas yang membutuhkan mesin pendingin konstan menjadi tidak terselamatkan selama pemadaman berlangsung.
“Stok bahan makanan, terutama frozen food dan minuman yang membutuhkan pendingin, menjadi rusak atau basi karena listrik padam,” tutur Anggi.
Selain itu, ketiadaan daya listrik membuat pelanggan, terutama mahasiswa dan pekerja yang membutuhkan koneksi internet, memilih berpindah ke tempat lain. Kafe yang kehilangan fasilitas Wi-Fi dan sumber listrik otomatis ditinggalkan oleh segmen konsumen tersebut.
Anggi berharap gangguan kelistrikan ini dapat segera diatasi oleh pihak terkait agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal dan tidak terus memicu kerugian bagi sektor UMKM.
Penjelasan PLN Kalselteng dan Upaya Pemulihan
Merespons keluhan tersebut, Manajer Komunikasi PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menjelaskan bahwa pemadaman di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur. Langkah ini diambil demi menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan.
“Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pada unit pembangkit PLTGU yang menyebabkan suplai listrik ke sistem Kalimantan belum optimal,” jelas Humaidi saat dikonfirmasi.
Humaidi menegaskan bahwa gangguan ini murni masalah operasional pembangkit, bukan karena kendala ketersediaan energi primer atau batu bara. Saat ini, pasokan bahan bakar tersebut dipastikan dalam kondisi aman.
PLN kini tengah melakukan langkah percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta mengatur operasi sistem. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan meminimalkan dampak pemadaman pada pelanggan.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. PLN akan terus menyampaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi PLN,” pungkas Humaidi.
