Rio Kriswanto Dorong Literasi Saham Anak Muda Kalteng

Rio Kriswanto menyampaikan pandangan soal literasi saham bagi anak muda Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Anak muda di Kalimantan Tengah diminta lebih bijak memahami pasar saham. Investasi saham dinilai dapat menjadi sarana belajar mengelola keuangan dan membangun aset jangka panjang, bukan sekadar ruang spekulasi.

Ekonom Muda Kalteng, Rio Kriswanto, S.AP., M.M., CRGP., CRM, mengatakan kemudahan akses investasi melalui aplikasi digital perlu diimbangi literasi keuangan. Menurutnya, anak muda tidak boleh masuk ke pasar saham hanya karena mengikuti tren atau tergiur keuntungan cepat.

“Anak muda di Kalimantan Tengah perlu mulai mengenal saham sebagai instrumen investasi jangka panjang. Tetapi yang paling penting, jangan masuk ke pasar saham hanya karena ikut-ikutan atau berharap cepat kaya,” kata Rio, Selasa, 26 Mei 2026 di Palangka Raya.

Rio menilai investasi saham harus dimulai dari pemahaman dasar. Investor pemula perlu mengenal perusahaan, risiko pasar, dan kondisi keuangan pribadi sebelum membeli saham.

Ia juga mengingatkan agar anak muda tidak menggunakan uang kebutuhan harian, uang kuliah, dana darurat, atau dana pinjaman untuk berinvestasi.

“Investasi itu harus memakai uang dingin. Kalau uang untuk makan, kuliah, cicilan, atau kebutuhan keluarga dipakai membeli saham, itu sudah bukan investasi sehat. Itu bisa berubah menjadi tekanan baru bagi anak muda,” ujarnya.

Menurut Rio, anak muda dapat memulai dari nominal kecil sambil belajar membaca laporan keuangan sederhana. Mereka juga perlu memahami sektor usaha emiten dan melihat rekam jejak perusahaan.

Sejumlah sektor yang dapat dipelajari investor pemula antara lain perbankan besar, telekomunikasi, konsumsi, energi, dan infrastruktur. Sektor tersebut dinilai lebih mudah dipahami karena dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Rio menyebut emiten besar dan likuid dapat dijadikan bahan belajar. Pada sektor perbankan, misalnya, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI dapat diamati karena berasal dari bank besar dengan basis nasabah luas.

Di sektor telekomunikasi, TLKM juga dapat dicermati karena layanan internet dan komunikasi telah menjadi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, saham konsumsi seperti ICBP dan INDF berkaitan dengan produk kebutuhan sehari-hari.

Emiten ASII juga dapat dipelajari karena memiliki bisnis yang tersebar di otomotif, alat berat, keuangan, agribisnis, dan infrastruktur. Namun, Rio menegaskan penyebutan saham tersebut bukan ajakan membeli.

Daftar itu hanya contoh emiten besar untuk bahan pembelajaran investor pemula. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan, profil risiko, dan kemampuan keuangan masing-masing.

Rio juga meminta anak muda berhati-hati terhadap saham yang bergerak tajam karena isu atau dorongan kelompok tertentu. Menurutnya, saham seperti itu dapat membawa risiko besar bagi investor baru.

“Kalau belum paham, jangan mudah tergoda saham yang katanya akan naik cepat. Anak muda harus belajar membedakan investasi dengan spekulasi. Pasar saham bisa memberi peluang, tetapi juga bisa merugikan kalau masuk tanpa pengetahuan,” katanya.

Bagi anak muda yang belum siap memilih saham secara langsung, Rio menyarankan reksa dana saham atau reksa dana indeks sebagai pintu belajar. Instrumen tersebut dikelola manajer investasi dan memiliki risiko yang lebih tersebar.

Ia menambahkan, investasi saham perlu dibarengi kebiasaan mengatur keuangan. Anak muda perlu menyusun anggaran bulanan, memiliki dana darurat, menghindari utang konsumtif, dan memahami tujuan investasi.

“Jangan menjadikan saham sebagai pengganti pekerjaan atau jalan pintas mencari uang. Saham itu bagian dari perencanaan masa depan. Kalau dilakukan disiplin dan jangka panjang, manfaatnya akan lebih terasa,” ucap Rio.

Rio menegaskan pasar saham bukan tempat berjudi. Di dalamnya ada perusahaan, laporan keuangan, kinerja bisnis, dividen, risiko, dan keputusan ekonomi yang perlu dipelajari.

Dengan pemahaman yang cukup, investasi saham dapat membantu anak muda Kalimantan Tengah membangun kemandirian finansial. Namun, tanpa literasi yang memadai, saham dapat berubah menjadi ruang spekulasi yang merugikan.

Avatar photo
Avatar photo