PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Pemadaman listrik yang masih berulang di Kota Palangka Raya mulai dikeluhkan pelaku usaha kafe. Gangguan listrik dinilai berdampak terhadap pelayanan, kenyamanan pelanggan, hingga pendapatan usaha.

Direktur Utama Along Grup, Anggi, mengatakan aktivitas operasional Kopi Along sangat bergantung pada pasokan listrik. Menurutnya, pemadaman yang terjadi membuat jumlah pelanggan menurun.

“Dampaknya jelas menurunkan jumlah konsumen yang datang ke Kopi Along. Kalau pelanggan berkurang, pendapatan juga pasti ikut turun,” kata Anggi, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan pelanggan kafe saat ini tidak hanya datang untuk menikmati minuman dan makanan, tetapi juga bekerja, mengerjakan tugas, berdiskusi, dan memanfaatkan akses internet.

Ketika listrik padam, sejumlah fasilitas pendukung ikut terganggu, termasuk jaringan WiFi dan aliran air yang bergantung pada peralatan listrik.

“Pelanggan juga tidak nyaman. WiFi terganggu, bahkan aliran air di WC bisa ikut bermasalah karena pemakaian air untuk pelanggan tetap berjalan,” ujarnya.

Selain pelayanan, pemadaman listrik juga dinilai berisiko terhadap bahan baku yang membutuhkan pendingin.

Anggi mengatakan bahan makanan beku atau frozen harus tetap disimpan dalam suhu tertentu agar kualitasnya terjaga.”Kerugian lain ada pada bahan frozen. Bahan seperti itu harus masuk pendingin. Kalau listrik padam terlalu lama, bahan bisa cepat rusak atau basi,” katanya.

Gangguan listrik juga memengaruhi sistem operasional yang kini banyak menggunakan perangkat digital, termasuk kasir elektronik, jaringan internet, dan pembayaran non-tunai.

“Transaksi dan pemesanan juga terhambat karena kami memakai listrik dan WiFi. Jadi dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga operasional usaha,” tambah Anggi.

Menurutnya, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada satu sektor usaha. Kafe dan pelaku UMKM yang bergantung pada layanan digital turut menghadapi risiko penurunan pelayanan dan pendapatan.

Pelaku usaha juga membutuhkan informasi mengenai jadwal pemadaman dan estimasi pemulihan agar dapat mengatur operasional secara lebih baik.

Hingga kini, pemadaman listrik yang berulang masih menjadi perhatian pelaku usaha karena berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan kepada pelanggan.