PALANGKA RAYA, TABALIEN.comWakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalteng untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Kemitraan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengawal Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) agar penyalurannya tepat sasaran.

Ajakan tersebut disampaikan Wagub saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Kalteng di Ballroom Best Western Batang Garing, Palangka Raya, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Ketua Kadin Kalteng Rahmat Nasution Hamka, unsur Forkopimda, serta pengurus Kadin kabupaten dan kota se-Kalteng.

Dalam sambutannya, Edy menekankan bahwa Kadin memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mencetak wirausahawan yang tangguh, produktif, dan berdaya saing. Kontribusi organisasi pengusaha ini dinilai telah mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Bumi Tambun Bungai.

“Kami berharap Kadin terus menjadi mitra strategis pemerintah, termasuk mengawal Program Kartu Huma Betang Sejahtera agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Edy.

Melalui Musprov VIII ini, Kadin Kalteng diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang solid serta program kerja yang mampu memperkuat dunia usaha demi kemajuan ekonomi daerah.

Komitmen Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Program Kartu Huma Betang Sejahtera sendiri telah resmi diluncurkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama Wagub Edy Pratowo dan Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng pada Jumat (20/2/2026) lalu.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kecil dan di pedalaman, meliputi sektor pendidikan, perkuliahan, kesehatan, pangan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Penyaluran bantuan sosial ini tetap menjadi prioritas utama pembangunan meskipun kondisi fiskal daerah tahun 2026 mengalami efisiensi anggaran yang cukup signifikan. APBD Provinsi Kalteng Tahun 2026 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, menurun dibandingkan APBD Tahun 2025 yang mencapai Rp10,3 triliun.

Untuk memastikan transparansi, Pemprov Kalteng menghadirkan layanan digital resmi melalui humabetang.id. Melalui sistem yang terintegrasi ini, masyarakat dapat mengecek status penerima secara mandiri, mengajukan diri sebagai calon penerima, serta mendapatkan informasi resmi untuk menghindari modus penipuan. Setiap pengajuan akan diverifikasi dan divalidasi oleh petugas lapangan untuk mencegah adanya penerima bantuan ganda.

Pendistribusian kartu ini menggunakan sumber data utama Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan setiap triwulan berdasarkan data Kementerian Sosial RI. Proses penyaluran di lapangan melibatkan Relawan Kartu Huma Betang Sejahtera yang terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pendamping Desa.

Pada tahap awal, program ini menargetkan sebanyak 279.434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima kartu hingga akhir Februari 2026. Peluncuran program tersebut juga dirangkai dengan penyaluran Bantuan Pangan KHBS ke 14 kabupaten/kota se-Kalteng sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.

Kredit Redaksi