Hardiknas 2026, Ari Yunus Soroti Krisis Generasi Dayak Kalteng

Ari Yunus Hendrawan sedang mengajar di ruang kelas di Palangka Raya, dokumentasi pribadi.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Praktisi hukum dan akademisi, Ari Yunus Hendrawan, menyoroti krisis generasi Dayak di Kalimantan Tengah pada momentum Hari Pendidikan Nasional, Sabtu, 2 Mei 2026. Ia menilai tantangan moral, pendidikan, dan sosial perlu mendapat perhatian serius.

Ari Yunus, yang juga berbasis di Palangka Raya, dikenal aktif dalam isu keadilan sosial dan pendidikan. Ia memandang kondisi generasi muda saat ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan daerah menuju 2045.

Menurut dia, persoalan utama yang dihadapi berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan perubahan pola sosial di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada perkembangan generasi muda.

Selain itu, ia menyoroti sektor pendidikan yang masih menghadapi tantangan. Data menunjukkan rata-rata lama sekolah di Kalimantan Tengah masih terbatas, sementara puluhan ribu pelajar berisiko putus sekolah.

Program pemerintah daerah seperti Tabungan Beasiswa Berkah (TABE) telah disiapkan untuk meningkatkan akses pendidikan. Namun, Ari menilai upaya tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran belajar di kalangan generasi muda.

“Pendidikan harus mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk tantangan generasi muda saat ini,” ujar Ari Yunus Hendrawan, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Palangka Raya dalam membangun karakter mahasiswa. Perguruan tinggi dinilai perlu berkontribusi dalam membentuk kesadaran sosial dan budaya.

Selain itu, Ari menilai pendekatan berbasis nilai lokal menjadi bagian penting dalam pendidikan. Nilai Huma Betang, Belom Bahadat, serta semangat Isen Mulang dinilai dapat memperkuat karakter generasi muda.

Di sisi lain, ia juga menyinggung perlunya kepemimpinan yang memahami kondisi sosial budaya lokal. Hal ini dinilai penting agar kebijakan pendidikan dan pembangunan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai praktisi hukum, Ari Yunus juga aktif menangani berbagai kasus di Kalimantan Tengah, termasuk pendampingan masyarakat dalam persoalan hukum. Ia juga terlibat dalam organisasi sosial dan pendidikan di Palangka Raya.

Ke depan, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat diperkuat untuk mengatasi krisis generasi Dayak. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.