Forsiladi Turki Angkat Lawung Dayak ke Dunia
KAPPADOKIA, TABALIEN.com – Hubungan akademik antara Indonesia dan Turki semakin erat melalui Forum Doktor Indonesia (Forsiladi) yang digelar di Kappadokia University. Forum ini mempertemukan akademisi dari kedua negara untuk membahas strategi kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.
Delegasi Indonesia, Dr. Ari Yunus Hendrawan, menghadirkan momen bersejarah dengan memperkenalkan Lawung—ikat kepala khas suku Dayak. Lawung dipakaikan langsung kepada Rektor Kappadokia University, Prof. Dr. Hasan Ali Karasar, sebagai simbol persahabatan dan penghormatan budaya.
“Lawung bukan sekadar hiasan kepala, melainkan lambang keberanian, kehormatan, dan kebijaksanaan masyarakat Dayak. Dengan menghadirkannya di forum internasional, saya ingin menegaskan bahwa budaya Dayak dan budaya Indonesia mampu berdiri sejajar dalam percaturan dunia,” ujar Dr. Ari, Rabu (27/8/2025).
Forum ini menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama, antara lain penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, penerbitan ilmiah internasional, hingga riset terkait hukum adat dan identitas digital. Prof. Hasan Ali Karasar menyampaikan apresiasi tinggi serta membuka kesempatan bagi universitas-universitas Indonesia untuk bermitra dengan Kappadokia University.
Lebih jauh, Dr. Ari menekankan bahwa diplomasi budaya ini menjadi pesan moral bagi generasi muda Dayak.
“Saya ingin anak-anak muda Dayak tidak pernah malu dengan identitasnya. Lawung adalah kebanggaan, dan melalui pendidikan serta kerja sama global, kita bisa membuktikan bahwa kearifan lokal adalah kekuatan besar,” tegasnya.






