Survei Mahasiswa UPR Soroti Kriteria Ideal Rektor
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Survei terhadap mahasiswa aktif Universitas Palangka Raya (UPR) menunjukkan sejumlah kriteria yang diharapkan dari Rektor Universitas Palangka Raya pada periode kepemimpinan mendatang. Survei dilakukan lembaga In-depth Politics pada 8–14 Maret 2026 dengan melibatkan 1.035 responden mahasiswa.
Hasil survei menyoroti aspek integritas, kepemimpinan visioner, serta perbaikan fasilitas kampus sebagai prioritas utama yang diharapkan mahasiswa dari pimpinan universitas.
Mayoritas responden menilai integritas menjadi faktor paling penting. Sebanyak 95,10 persen mahasiswa menginginkan rektor memiliki rekam jejak yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun kasus plagiarisme.
Selain itu, 60,22 persen responden menilai figur Rektor Universitas Palangka Raya sebaiknya memiliki visi inovatif serta mampu menghadapi perubahan di lingkungan pendidikan tinggi.
Survei juga menunjukkan 95,32 persen mahasiswa berharap rektor memiliki latar belakang akademisi dengan jabatan profesor atau guru besar. Latar belakang akademik dinilai penting untuk memperkuat kepemimpinan akademik di lingkungan kampus.
Dari sisi asal figur, mayoritas mahasiswa cenderung mendukung kandidat yang berasal dari internal kampus. Sebanyak 80,45 persen responden menyatakan setuju jika rektor berasal dari lingkungan Universitas Palangka Raya.
Namun demikian, asal daerah tidak menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar mahasiswa. Sebanyak 88,32 persen responden menilai latar belakang daerah tidak terlalu berpengaruh terhadap kepemimpinan universitas.
Dalam aspek kebijakan kampus, perbaikan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama mahasiswa. Sebanyak 78,21 persen responden menyebut fasilitas pendidikan sebagai agenda penting yang perlu mendapat perhatian rektor mendatang.
Survei juga menyoroti pola komunikasi antara pimpinan universitas dan mahasiswa. Sebanyak 67,43 persen responden menilai media sosial menjadi sarana komunikasi yang paling efektif antara rektor dan mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa berharap adanya forum dialog terbuka antara pimpinan universitas dan mahasiswa setidaknya sekali dalam satu semester. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi mengenai kebijakan kampus maupun isu kemahasiswaan.
Dalam isu pengembangan kampus, mahasiswa juga menilai jejaring internasional penting bagi kemajuan universitas. Sebanyak 85,74 persen responden menyatakan rektor perlu memiliki koneksi akademik internasional untuk memperkuat kerja sama global.
Survei ini juga menyoroti pentingnya ruang dialog terkait kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Mahasiswa berharap pimpinan universitas membuka komunikasi langsung dalam membahas berbagai isu akademik dan kemahasiswaan.
Hasil survei tersebut menggambarkan harapan mahasiswa terhadap figur Rektor Universitas Palangka Raya yang memiliki kapasitas akademik kuat, integritas tinggi, serta mampu memperkuat komunikasi dengan civitas akademika.








