HKBP Palangka Raya Tanam Pohon, Angkat Pesan Pertobatan Ekologis
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Jemaat HKBP Palangka Raya melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak pesta Pesta Kebangkitan kaum Bapak dan Ibu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
Puluhan jemaat menanam bibit pohon jenis mahoni dan matoa di area sekitar pasar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat pesan gereja tentang tanggung jawab manusia terhadap alam.
Pendeta HKBP Resort Palangka Raya, Pdt. Patar Siagian, mengatakan aksi ini merupakan bagian dari gerakan penanaman pohon yang digagas jemaat. Menurutnya, merawat alam dipandang sebagai bagian dari penghayatan iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan menanam pohon ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Patar Siagian, Jumat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan secara bertahap menjelang acara puncak pada 3 Mei 2026.
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Dr. Alman P. Pakpahan, menilai aksi penanaman pohon itu juga membawa pesan teologis yang dikenal dalam gereja sebagai pertobatan ekologis.
Menurut Alman, konsep tersebut merujuk pada kesadaran bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi atau pembangunan, tetapi juga menyangkut relasi manusia dengan alam ciptaan.
“Pertobatan ekologis mengajak manusia untuk memperbaiki cara pandang terhadap alam. Lingkungan tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga harus dirawat sebagai bagian dari ciptaan Tuhan,” ujar Alman Pakpahan, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan, pesan tersebut juga sejalan dengan nilai budaya Batak yang menghargai tanah sebagai sumber kehidupan bagi generasi berikutnya. Dalam tradisi Batak, alam dipandang sebagai warisan yang harus dijaga agar tetap memberi manfaat bagi keturunan.
Karena itu, kata Alman, kegiatan menanam pohon dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus refleksi iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Aksi penanaman pohon di Pasar Kahayan juga dilakukan setelah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya. Lokasi pasar dipilih karena merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan ruang hijau.
Selain kegiatan lingkungan, HKBP Palangka Raya juga menyiapkan agenda sosial lain menjelang puncak perayaan. Kegiatan tersebut meliputi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan digelar di Gereja HKBP di Jalan RTA. Milono, Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari perayaan pembangunan rohani jemaat yang berlangsung hingga awal Mei 2026.





