BMKG Tjilik Riwut Prediksi Hujan Lebat di Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut memprediksi Hujan Lebat Kalimantan Tengah masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Kondisi ini diperkirakan memengaruhi sejumlah wilayah, termasuk Kota Palangka Raya.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut, Ikhsan Sidiq, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Cuaca tersebut juga dapat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Menurut prakiraan harian BMKG, kondisi cuaca di Palangka Raya dalam beberapa hari ke depan didominasi awan tebal dengan potensi hujan hampir setiap hari. Intensitas hujan diperkirakan berkisar dari sedang hingga lebat.
Ikhsan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin terjadi akibat Hujan Lebat Kalimantan Tengah.
“Dampak yang perlu diwaspadai antara lain genangan air atau banjir, pohon tumbang akibat angin kencang, serta sambaran petir dan potensi longsor di wilayah tertentu,” ujar Ikhsan Sidiq, Selasa, 21 April 2026.
BMKG juga meminta warga memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang terjadi secara cepat.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan masih dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur meski wilayah tersebut masih berada dalam periode musim hujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan kejadian karhutla mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
“Sejauh ini terpantau lima titik hotspot, kemudian hari ini bertambah satu titik. Kemarin terjadi dua kejadian kebakaran, dan hari ini juga masih terpantau,” ujar Multazam, Selasa, 21 April 2026.
BPBD Kotawaringin Timur mencatat sejumlah kasus kebakaran lahan terjadi di beberapa lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan risiko karhutla tetap ada meski potensi Hujan Lebat Kalimantan Tengah masih berlangsung.
Selain itu, pemantauan satelit juga mencatat peningkatan jumlah titik panas di wilayah tersebut. Laporan sementara menunjukkan ratusan hotspot terdeteksi dengan luas lahan terbakar mencapai puluhan hingga ratusan hektare.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan di wilayah Kotawaringin Timur dan daerah sekitarnya.










