Cuaca Ekstrem Kalteng, BMKG Minta Warga Waspada

Awan gelap menyelimuti wilayah Palangka Raya, Selasa, 2 Juni 2026.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem Kalteng selama sepekan ke depan.

Potensi cuaca tersebut mencakup hujan sedang hingga lebat, petir, kilat, dan angin kencang. Kondisi ini diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, mengatakan cuaca di Bumi Tambun Bungai umumnya berawan. Namun, beberapa daerah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebih tinggi.

“Sebagian besar wilayah masih berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang,” ujar Lian, Selasa, 2 Juni 2026.

BMKG memetakan potensi cuaca ekstrem pada dua periode. Pada 2–4 Juni 2026, wilayah yang perlu waspada meliputi Kotawaringin Barat bagian selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan bagian selatan, dan Katingan.

Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.

Untuk periode 5–8 Juni 2026, cakupan wilayah berpotensi meluas. BMKG menyebut Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya perlu meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya juga masuk daftar prakiraan tersebut.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Lian, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Lian, dampak yang perlu diantisipasi tidak hanya berasal dari hujan merata. Hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi dalam durasi singkat.

Kondisi itu tetap dapat memicu gangguan di lingkungan warga. Dampaknya dapat berupa genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

BMKG meminta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta memantau kondisi lingkungan, terutama di kawasan rawan banjir dan lereng.

Pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat diimbau memperkuat kesiapsiagaan. Langkah cepat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem Kalteng.

Avatar photo
Avatar photo
Avatar photo
Boy Febrianto
Reporter