Khemal Nasery Soroti Ketergantungan Pangan Palangka Raya

Khemal Nasery menyampaikan pandangan terkait pasokan bahan pokok di Palangka Raya, Senin, 20 April 2026.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Tingginya ketergantungan pangan Palangka Raya terhadap pasokan dari luar daerah dinilai berpotensi memicu inflasi. Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai kondisi ini perlu diantisipasi pemerintah daerah melalui penguatan produksi pangan lokal.

Menurut Khemal, sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat masih dipasok dari wilayah lain seperti Banjarmasin, Sampit, hingga Pulau Jawa. Ketergantungan tersebut membuat harga pangan rentan bergejolak ketika distribusi terganggu.

Gangguan distribusi, kata dia, kerap terjadi akibat faktor cuaca maupun kondisi infrastruktur transportasi. Ketika pasokan tersendat, harga kebutuhan pokok di tingkat pasar biasanya ikut meningkat.

“Kalau terjadi banjir atau kendala distribusi, pasokan terganggu dan harga pasti naik. Ini yang harus kita antisipasi,” ujar Khemal Nasery, Senin, 20 April 2026.

Ia menyebutkan, ketergantungan pangan Palangka Raya terhadap daerah lain bahkan diperkirakan masih mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Selain distribusi pangan, Khemal juga menyoroti antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi biaya logistik. Waktu tunggu yang lama di stasiun pengisian dinilai berdampak pada operasional angkutan barang.

“Walaupun harga BBM tidak naik karena disubsidi pemerintah, antrean panjang membuat waktu distribusi terbuang. Dampaknya bisa memengaruhi biaya logistik dan harga di masyarakat,” jelas legislator dari Partai Golkar tersebut, Senin, 20 April 2026.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait untuk memperkuat sektor pertanian lokal. Upaya tersebut dinilai penting guna mengurangi ketergantungan pangan Palangka Raya terhadap pasokan dari luar daerah.

“Kita dorong agar dinas pertanian mencari solusi untuk meningkatkan kemandirian pangan. Minimal 40 persen kebutuhan pokok bisa dipenuhi dari dalam daerah,” kata Khemal.

Ia menilai penguatan produksi pangan lokal dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Selain itu, upaya tersebut juga berpotensi membantu mengendalikan laju inflasi di Kota Palangka Raya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan program peningkatan produksi pertanian serta memperkuat distribusi pangan lokal agar pasokan lebih stabil.

Ketentuan Publikasi Ulang

Kami mendukung penyebaran informasi secara luas. Silakan mengcopy atau mempublikasikan ulang karya kami, dengan ketentuan bahwa segala konsekuensi dan tanggung jawab terkait konten tersebut beralih sepenuhnya kepada pihak pemublikasi ulang.

tabalien.com
Avatar photo
Avatar photo
Avatar photo
Boy Febrianto
Reporter