KUALA KURUN, TABALIEN.comWakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Esriadi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi meski wilayah tersebut mulai memasuki musim kemarau. Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas.

Selain mengingatkan potensi cuaca ekstrem, Esriadi juga meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat kondisi lahan mulai mengering.

“Cuaca sekarang sulit diprediksi. Meskipun mulai memasuki musim kemarau, hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih sering terjadi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Esriadi, perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu berbagai bencana apabila masyarakat lengah. Karena itu, ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan saluran drainase tidak tersumbat agar aliran air tetap lancar saat hujan turun.

Ia juga meminta masyarakat memangkas ranting maupun pohon yang sudah tua atau rapuh di sekitar permukiman guna mengurangi risiko pohon tumbang ketika terjadi angin kencang.

“Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran air. Pohon yang sudah tua atau ranting yang kering sebaiknya segera dipangkas agar tidak membahayakan warga ketika cuaca buruk,” tegasnya.

Antisipasi Karhutla dan Keselamatan Masyarakat

Esriadi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan tersebut selain melanggar aturan juga berisiko memicu kebakaran yang lebih luas saat musim kemarau.

Ia menilai pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat agar dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan. DPRD juga berharap pemerintah daerah terus memperkuat sosialisasi dan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Esriadi juga mengimbau masyarakat yang sedang bepergian agar tidak berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame saat hujan deras disertai angin kencang karena berpotensi roboh dan membahayakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan mengambil risiko dengan berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan dan angin kencang. Lebih baik mencari tempat yang benar-benar aman,” pungkasnya.

Ketua DPRD Ingatkan Risiko Musim Kemarau

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Binartha, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang mulai melanda wilayah setempat. Menurutnya, cuaca panas yang telah berlangsung hampir sebulan tanpa hujan meningkatkan potensi karhutla, terutama di kawasan bergambut, serta berisiko memicu gangguan kesehatan.

Binartha mengatakan kondisi lahan yang semakin kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas, baik di pekarangan maupun di kawasan hutan.

“Kalau melihat periodenya, cuaca saat ini sudah memasuki musim kemarau. Kondisi ini tentu meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah yang memiliki lahan gambut. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktivitas di pekarangan maupun di kawasan hutan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai musim kemarau tidak boleh dianggap remeh karena selain meningkatkan risiko karhutla juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti dehidrasi hingga infeksi saluran pernapasan akibat kabut asap apabila terjadi kebakaran.

Binartha mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

“Sudah hampir satu bulan daerah kita tidak diguyur hujan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api sehingga kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.

Kredit Redaksi