Logo Kategori

SERUYAN, TABALIEN.comBupati Seruyan sekaligus Ketua Satgas Karhutla Seruyan Ahmad Selanorwanda menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Kekhawatiran itu disampaikan Ahmad dalam pembahasan penetapan status karhutla dari Siaga menjadi Tanggap Darurat di Aula Kantor BPBD Seruyan, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ahmad, persoalan karhutla tidak dapat hanya dilihat dari seberapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan. Dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat juga harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kita tentu sangat khawatir dengan kondisi masyarakat yang terdampak. Jangan sampai karhutla ini kemudian semakin mengganggu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat merupakan pihak yang harus mendapatkan perlindungan ketika bencana karhutla terjadi. Asap dan kondisi lingkungan akibat kebakaran berpotensi mengganggu kesehatan, sementara aktivitas warga juga dapat ikut terdampak. Karena itu, peningkatan status penanganan menjadi Tanggap Darurat diharapkan mampu mempercepat langkah pemerintah menangani karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Koordinasi Satgas dan Keterbatasan Anggaran

Ahmad meminta seluruh unsur Satgas Karhutla Seruyan memperkuat koordinasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan perusahaan diharapkan mengambil peran dalam penanggulangan karhutla.

“Yang paling penting bagaimana kita bisa bersama-sama menangani ini,” tegasnya.

Di tengah kebutuhan penanganan yang meningkat, Ahmad mengakui anggaran BPBD Seruyan saat ini mulai menipis. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena operasi Tanggap Darurat membutuhkan dukungan sumber daya yang tidak sedikit. Pemkab Seruyan akan mencari langkah menambah dukungan anggaran agar penanganan karhutla tetap berjalan dan perlindungan terhadap masyarakat tidak terganggu.

“Kita akan upayakan berbagai langkah agar penanganan karhutla tetap berjalan dan masyarakat bisa terlindungi,” katanya.

Dengan status Tanggap Darurat, pemerintah berharap seluruh kekuatan yang tersedia dapat dikerahkan secara maksimal. Bagi Pemkab Seruyan, karhutla saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebakaran lahan, melainkan telah menyentuh persoalan kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kredit Redaksi
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun melalui proses peliputan dan penyuntingan oleh tim redaksi. Namun, sebagai bentuk transparansi, kami menyatakan bahwa publikasi ini merupakan konten kemitraan berbayar yang keseluruhan isi dan narasinya mewakili kepentingan Pemerintah Kabupaten Seruyan.