PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah pada Jumat (18/9/2026) belum menunjukkan pemulihan menyeluruh. Selain luas lahan terbakar di Palangka Raya yang telah mencapai 1.201,15 hektare, pemantauan kualitas udara sore hari menunjukkan sejumlah wilayah berada pada kategori berbahaya.
Peta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada pukul 17.07 WIB mencatat Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada angka 1.047 untuk parameter PM10. Angka tersebut jauh berada di atas batas kategori berbahaya dalam legenda ISPU, yakni lebih dari 300.
Kondisi serupa tercatat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah lainnya. Stasiun Kabupaten Barito Selatan Sanggu menunjukkan ISPU 831 PM10, Mobile AQMS BPBD Kalteng 602 PM10, Kabupaten Gunung Mas 508 PM2.5, dan Kabupaten Murung Raya 345 PM10.
Seluruh angka tersebut berada dalam kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi ISPU yang ditampilkan pada sistem Kementerian Lingkungan Hidup.
Kualitas Udara
ISPU Sejumlah Wilayah Kalimantan Tengah
Pemantauan Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 17.07 WIB.
Nilai di atas 300 masuk kategori berbahaya.
KATEGORI BERBAHAYA
ISPU tertinggi dalam data
Lokasi dalam grafik
Batas kategori berbahaya
Parameter dominan
PM10
PM10
PM10
PM2.5
PM10
Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (18/9/2026)
sekitar pukul 17.07 WIB.
Panjang batang digunakan untuk membantu perbandingan visual nilai ISPU,
sedangkan angka asli tetap ditampilkan di sisi kanan.
AQI Palangka Raya Tercatat 527
Pada waktu hampir bersamaan, peta kualitas udara IQAir yang dipantau sekitar pukul 17.08 WIB menunjukkan AQI Palangka Raya berada pada angka 527.
IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 339 mikrogram per meter kubik. Platform tersebut menyebut konsentrasi PM2.5 saat itu mencapai 67,8 kali nilai panduan tahunan PM2.5 WHO.
Data AQI dari IQAir menggunakan sistem indeks yang berbeda dengan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup. Karena itu, nilai AQI 527 di Palangka Raya tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan angka ISPU dari stasiun pemerintah.
Prakiraan per jam IQAir menunjukkan tekanan kualitas udara berpotensi tetap berat hingga malam dan dini hari. Indeks diproyeksikan berada pada 397 pada pukul 22.00 WIB, kembali meningkat menjadi 460 pukul 23.00 WIB dan 548 pada pukul 00.00.
Puncak prakiraan terlihat pada AQI 660 sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu, sebelum turun menjadi 560 pukul 02.00, 437 pukul 03.00 dan 292 pada pukul 04.00.
Angka tersebut merupakan prakiraan IQAir, bukan hasil pengukuran aktual untuk jam-jam mendatang.
3.140 Deteksi Satelit Tercatat 8-18 September
Pantauan Hotspot
Sebaran Deteksi Satelit di Kalimantan Tengah
Rekap deteksi 8-18 September 2026
hingga sekitar pukul 14.33 WIB.
3.140 DETEKSI
Total deteksi satelit
High confidence
Medium confidence
Low confidence
deteksi
deteksi
deteksi
deteksi
deteksi
deteksi
deteksi
deteksi
bukan jumlah kejadian kebakaran yang unik.
Satu kawasan dapat terdeteksi lebih dari satu kali berdasarkan
waktu maupun satelit yang melakukan pemantauan.
Analisis terhadap file sebaran hotspot SiPongi yang diperbarui dengan data dari 8 sampai 18 September 2026 menunjukkan 3.140 deteksi satelit tercatat hingga sekitar pukul 14.33 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.903 deteksi berkategori medium, 129 high, dan 108 low. Deteksi berasal dari satelit NASA-NOAA20, NASA-SNPP, dan NASA-MODIS.
Pulang Pisau menjadi wilayah dengan deteksi terbanyak pada data tersebut, mencapai 1.006 deteksi, terdiri dari 52 high, 911 medium, dan 43 low.
Berikutnya Kotawaringin Barat mencatat 625 deteksi, Kotawaringin Timur 423, Seruyan 330, Sukamara 210, Lamandau 145, serta Kota Palangka Raya 137 deteksi.
Di Palangka Raya, 137 deteksi pada 18 September tersebar di empat kecamatan. Jekan Raya dan Bukit Batu masing-masing mencatat 57 deteksi, Sabangau 18, serta Rakumpit lima deteksi.
Kelurahan Bukit Tunggal dan Marang masing-masing menjadi lokasi dengan 49 deteksi pada data tersebut. Kereng Bangkirai dan Petuk Katimpun masing-masing delapan deteksi.
Data tersebut merupakan jumlah deteksi satelit, sehingga tidak dapat dimaknai sebagai jumlah kejadian kebakaran yang berbeda. Satu kawasan dapat terdeteksi pada waktu atau satelit yang berbeda.
Pulang Pisau Dominasi Rekap 8–18 September
File yang sama memuat 45.878 deteksi satelit di seluruh Kalimantan Tengah selama periode 8–18 September 2026.
Sebanyak 41.282 deteksi berada pada kategori medium, 3.215 high dan 1.381 low.
Pulang Pisau mendominasi rekap periode tersebut dengan 13.069 deteksi, disusul Kapuas 5.470, Kotawaringin Timur 5.194, Kotawaringin Barat 4.772 dan Palangka Raya 4.317.
Jumlah deteksi harian dalam data tersebut sempat mencapai 8.243 pada 15 September, kemudian turun menjadi 3.788 pada 16 September dan 1.145 pada 17 September. Pada 18 September, jumlah kembali tercatat 3.140 hingga pembaruan terakhir dalam file.
Perubahan itu harus dibaca sebagai perubahan jumlah deteksi satelit berdasarkan data dan waktu pembaruan yang tersedia, bukan secara otomatis sebagai perubahan luas kebakaran.
Angka Hotspot Berbeda karena Waktu dan Metodologi
Dalam pemantauan sebelumnya, data SiPongi yang diakses pada Jumat mencatat sekitar 2.843 hotspot pada seluruh tingkat kepercayaan di Kalimantan Tengah dalam pemantauan 24 jam. Data tersebut menempatkan Kalteng sebagai wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi secara nasional pada snapshot tersebut.
Sementara spreadsheet terbaru memuat 3.140 deteksi bertanggal 18 September hingga sekitar pukul 14.33 WIB.
Kedua angka tersebut tidak tepat dibandingkan secara langsung karena waktu pengambilan, jendela pemantauan, dan filter data dapat berbeda. Prinsip yang sama berlaku terhadap angka hotspot high confidence pada pemantauan sebelumnya.
Lahan Terbakar Palangka Raya Capai 1.201,15 Hektare
Tekanan hotspot dan pencemaran udara terjadi ketika luas kumulatif lahan terbakar di Palangka Raya terus bertambah.
Pemerintah Kota Palangka Raya mencatat sejak 1 Juni hingga 16 September 2026 luas lahan terbakar telah mencapai 1.201,15 hektare. Pemkot juga mengusulkan tambahan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat kegiatan pemadaman.
Operasi lapangan masih berlangsung intensif. Laporan Posko Krisis Karhutla Kalteng yang dipublikasikan sebelumnya mencatat 63 kejadian ditangani dengan luas 115,35 hektare, melibatkan sekitar 10.700 personel, enam helikopter serta satu pesawat OMC/patroli.
Cuaca sore sebelumnya juga belum memberi dukungan signifikan bagi pembersihan asap. Pada sekitar pukul 16.48 WIB, Palangka Raya tercatat cerah berkabut dengan suhu sekitar 38 derajat Celsius dan peluang hujan hingga malam hanya sekitar 0–2 persen.
Dampak kabut asap ikut memengaruhi aktivitas masyarakat. Sebagian sekolah menjalankan pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap, sementara pemadaman listrik juga disebut mengganggu aktivitas warga.
Dengan indikator terbaru tersebut, tekanan karhutla di Kalimantan Tengah tidak hanya terlihat dari sebaran deteksi satelit dan luas lahan terbakar, tetapi juga dari kualitas udara yang pada sejumlah stasiun telah masuk kategori berbahaya hingga Jumat sore.
