Logo Kategori

SERUYAN, TABALIEN.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan resmi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat. Status ini berlaku mulai 16 September hingga 31 Oktober 2026 menyusul peningkatan signifikan frekuensi dan luasan karhutla di wilayah tersebut.

Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, Selasa (15/9/2026).

Status Naik Usai Data Karhutla Meningkat

Bupati menjelaskan keputusan menaikkan status diambil setelah memadukan data lonjakan kasus di lapangan dengan informasi dari BMKG dan masukan pihak lainnya.

“Kita menaikkan status penanganan Karhutla, dari siaga menjadi tanggap darurat mulai tanggal 16 September hingga tanggal 31 Oktober 2026,” ucap Ahmad Selanorwanda didampingi Forkopimda kepada awak media usai rapat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Seruyan per 15 September 2026, tercatat 861 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.232 hektare. Ahmad Selanorwanda menyampaikan, status tanggap darurat memberikan fleksibilitas lebih dalam mendukung kebutuhan operasional penanganan di lapangan, baik dari sisi penganggaran pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Ia berharap peningkatan status ini membuat penanganan karhutla semakin baik dan dapat segera diatasi.

Selain fokus pada pemadaman, Pemkab Seruyan juga mulai memetakan wilayah-wilayah terdampak kekeringan untuk mengoptimalkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat.

Satwa Liar Ditemukan Mati Hangus

Kebakaran yang melanda kawasan sekitar Jembatan Bakung dan Jembatan Tanah Ambau pada Senin (14/9/2026) malam turut menewaskan sejumlah satwa liar. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan Agus Supriadi mengatakan satwa yang ditemukan mati dalam kondisi hangus di antaranya monyet dan ular.

Kebakaran terjadi di wilayah Desa Pembuang Hulu I dan Pembuang Hulu II, tepatnya di sekitar dua jembatan tersebut. Kawasan ini didominasi semak belukar, kayu kering, serta lahan gambut yang mudah terbakar.

“Kondisi gambut tebal membuat penanganan kebakaran menjadi lebih sulit. Meski kobaran api di permukaan berhasil dikendalikan, bara masih berpotensi bertahan dan menjalar ke dalam lapisan gambut sebelum kembali muncul ke permukaan,” katanya.

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Pemadaman

Agus menyebutkan puluhan personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran, terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Kecamatan Hanau, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga personel perusahaan di sekitar lokasi. Petugas juga mengerahkan sejumlah armada pemadam, termasuk mobil Damkar BPBD, kendaraan pemadam pemerintah, armada perusahaan, dan satu unit waterax, dengan air pemadaman diambil dari sungai di sekitar lokasi.

Menurut Agus, lahan yang didominasi semak belukar, kayu kering, dan gambut tebal membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Pada pagi hari usai kebakaran, petugas masih melakukan proses pendinginan.

Upaya pemadaman berlangsung sejak Senin malam. Petugas tidak hanya mengejar api yang terlihat di permukaan, tetapi juga menyisir titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara di dalam gambut.

Lalu Lintas Dialihkan, Habitat Satwa Terdampak

Camat Hanau M Abdi Radhianie mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan sekaligus memberi ruang bagi petugas melakukan pemadaman. Pengguna jalan dari arah Simpang Tiga RS Hanau Lama menuju Pembuang Hulu maupun sebaliknya diarahkan melalui jalur alternatif hingga keluar di Desa Derangga, sementara kendaraan besar seperti bus dan truk bertonase berat untuk sementara diminta menunggu hingga jalur dinyatakan aman.

Abdi menambahkan, kebakaran di lahan yang menjadi habitat berbagai jenis satwa berpotensi membuat hewan kehilangan tempat berlindung dan kesulitan menyelamatkan diri ketika api bergerak cepat.

Kredit Redaksi
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun melalui proses peliputan dan penyuntingan oleh tim redaksi. Namun, sebagai bentuk transparansi, kami menyatakan bahwa publikasi ini merupakan konten kemitraan berbayar yang keseluruhan isi dan narasinya mewakili kepentingan Pemerintah Kabupaten Seruyan.