KUALA KURUN, TABALIEN.comKetua Komisi III DPRD Kabupaten Gunung Mas, Iceu Purnamasari, memastikan program Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (BPKRTLH) atau bedah rumah di Desa Tumbang Danau, Kecamatan Mihing Raya, tepat sasaran. Sebanyak 14 rumah tidak layak huni (RTLH) di desa tersebut menjadi sasaran program pada tahun ini.

“Tahun ini ada 14 rumah tidak layak huni (RTLH) di Tumbang Danau yang menjadi sasaran program BPKRTLH. Saya sudah memastikan penerima manfaat dari program tersebut tepat sasaran,” ucapnya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat.

Kepastian tersebut diperoleh usai Iceu turun langsung memeriksa sejumlah rumah warga penerima manfaat program BPKRTLH, di sela kegiatan reses perorangan di Tumbang Danau, Selasa (21/7). Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan I yang meliputi Kecamatan Sepang, Mihing Raya, dan Kurun itu menyambut baik pelaksanaan program bedah rumah tersebut.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menjadi sasaran.

Politisi Partai Golkar kelahiran Kuala Kurun itu menyebut DPRD Gumas akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan yang berjalan di lapangan, termasuk program bedah rumah. Berbagai aspirasi masyarakat yang didapat saat reses perorangan, kata dia, akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk dibahas bersama DPRD Gumas.

Selain berdialog dengan warga, Iceu juga membagikan paket bahan pokok kepada sejumlah warga Tumbang Danau yang membutuhkan sebagai bagian dari kepedulian terhadap warga kurang mampu.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Tumbang Danau, Pratunas, mengapresiasi pelaksanaan reses perorangan yang dilakukan Iceu di desa tersebut. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, ia menyampaikan terima kasih atas penyaluran bantuan bahan pokok kepada 14 kepala keluarga penerima program bedah rumah di Tumbang Danau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas, Bambang Jaya, sebelumnya menyebutkan bahwa pada 2026 pemerintah kabupaten bersinergi dengan pemerintah pusat menangani 275 unit RTLH di daerah tersebut. Dari jumlah itu, 75 unit didanai APBD melalui program BPKRTLH, sedangkan 200 unit sisanya didanai APBN melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kedua program tersebut dijalankan terpisah, namun bersinergi dalam hal data sasaran agar penanganan RTLH tidak tumpang tindih. Sebanyak 75 unit BPKRTLH tersebar di empat desa/kelurahan, yakni 14 unit di Tumbang Danau, 17 unit di Kelurahan Tewah, 12 unit di Kelurahan Kuala Kurun, dan 32 unit di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir.

Bambang menambahkan, secara kumulatif BSPS telah menangani 1.250 unit RTLH di Gumas sejak 2018, sedangkan BPKRTLH menangani 315 unit sejak 2021. Adapun RTLH yang belum tertangani di Gumas masih mencapai 1.887 unit, tersebar di 127 desa/kelurahan pada 12 kecamatan.

“Kami berharap pemerintah pusat terus menjalankan program BSPS di Gumas, mengingat RTLH di daerah ini terbilang masih banyak,” demikian Bambang Jaya.

Kredit Redaksi