JAKARTA, TABALIEN.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) turut menyeret empat korporasi ke dalam proses penyelidikan. Menteri Sekretariat Negara Indonesia (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan hal tersebut saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan karhutla di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8).
Prasetyo mengatakan, pemerintah akan mencabut izin perusahaan maupun individu apabila ditemukan pelanggaran. Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan karhutla.
“Yang tadi dilaporkan ada empat korporasi yang sedang dalam proses penyelidikan,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, dalam rapat koordinasi, Prabowo menekankan bahwa dugaan tindak pidana yang menyebabkan kebakaran harus ditindak. Hal itu berlaku bagi perorangan maupun korporasi, termasuk pihak yang memberikan arahan atau perintah untuk melakukan pembakaran atau membuka lahan dengan cara membakar.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga memutuskan penambahan peralatan untuk menangani karhutla. Peralatan yang disiapkan mencakup helikopter untuk water bombing, pompa air, pompa untuk sumur bor, serta tambahan personel.
Pemerintah juga akan mengirim tambahan mobil tangki dan mobil pemadam kebakaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Prasetyo menyampaikan, Prabowo meminta pemerintah provinsi dan seluruh jajaran memastikan penanganan dilakukan sebaik-baiknya bagi masyarakat yang terdampak.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman karhutla, termasuk TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan para relawan yang bekerja siang dan malam.
Selain penanganan di lapangan, Prabowo meminta edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran terus dilakukan hingga tingkat paling bawah.
Prasetyo mengatakan edukasi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menghindari kegiatan yang dapat memunculkan api. Dalam kondisi karhutla, api berpotensi membesar dan menimbulkan kerugian.
Sementara itu, kepolisian Kalimantan Tengah juga mendalami dugaan keterlibatan korporasi dalam sejumlah kasus karhutla. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan terdapat empat korporasi yang diduga berkaitan dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Keempat korporasi tersebut berada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Pulang Pisau. Namun, identitas perusahaan belum disampaikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Betul, kita lakukan pemadaman dan ada empat korporasi yang diduga melakukan karhutla. Namun, itu masih dalam penyelidikan mendalam,” kata Iwan.
Kepolisian memastikan dugaan keterlibatan korporasi tersebut akan ditindaklanjuti secara serius. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Sementara itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik rawan karhutla. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
