Lumba-Lumba Terekam Telan Ular Laut Berbisa

Seekor lumba-lumba hidung botol terlatih milik Angkatan Laut Amerika Serikat dipasangi kamera GoPro di tubuhnya, sebelum akhirnya terekam memangsa delapan ular laut berbisa dalam sehari.

SAN DIEGO, TABALIEN.com – Seekor lumba-lumba hidung botol yang dilatih Angkatan Laut Amerika Serikat terekam kamera memakan delapan ular laut berbisa dalam satu hari. Perilaku mengejutkan ini merupakan yang pertama kali didokumentasikan para ilmuwan.

Peneliti dari National Marine Mammal Foundation di San Diego memasang kamera GoPro pada sepasang lumba-lumba terlatih. Biasanya, hewan cerdas ini dipakai untuk mendeteksi ranjau dengan sonar, namun saat itu mereka sedang tidak bertugas. Tujuan penelitian adalah mengamati kemampuan berburu ikan.

Hasilnya di luar dugaan. Salah satu lumba-lumba justru memangsa ular laut perut kuning. Kamera merekamnya menyambar ular, menggoyangkan kepala berulang kali, lalu menelannya utuh. Dalam video juga terdengar suara melengking yang ditafsirkan sebagai “jeritan kemenangan”.

“Lumba-lumba itu menghisapnya dengan sedikit sentakan kepala saat ekor ular yang terkulai menghilang dan lumba-lumba itu menjerit panjang,” tulis peneliti, dikutip dari Business Insider.

Awalnya tim tidak percaya dengan rekaman tersebut. Mereka mencari kemungkinan lain, seperti ikan yang mirip ular, namun tidak menemukan penjelasan lain. Dr. Barb Linnehan, direktur kedokteran di lembaga tersebut, mengatakan jarang sekali ada predator besar yang memangsa ular laut perut kuning. Racun hewan ini berpotensi menyebabkan kerusakan saraf serius.

Meski begitu, lumba-lumba itu tidak menunjukkan tanda sakit setelah menelan ular-ular kecil tersebut. Para peneliti menduga hal ini terjadi karena ular yang tertelan masih bayi sehingga kandungan bisanya lebih sedikit. Hewan itu bahkan sempat mencoba menangkap ular yang lebih besar, namun gagal.

Peneliti memperkirakan perilaku berisiko ini terjadi karena lumba-lumba lahir di penangkaran dan tidak memiliki pengalaman berburu di alam liar. “Mungkin kurangnya pengalaman mencari makan bersama kelompok lumba-lumba di laut membuatnya mengonsumsi mangsa yang tidak lazim ini,” tulis tim penelitian.

Penelitian ini dipimpin oleh Sam Ridgway, ilmuwan mamalia laut terkemuka yang dijuluki “Dokter Lumba-lumba” sekaligus bapak kedokteran mamalia laut, sebelum ia meninggal pada 2022.