Bayi Orangutan Jack Direhabilitasi di Berau Kalimantan Timur
BERAU, TABALIEN.com – Bayi orangutan bernama Jack menjalani proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan BORA, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, setelah diselamatkan dari praktik pemeliharaan satwa liar ilegal, Selasa (10/03/2026). Jack ditemukan dalam kondisi terkurung dengan rantai di lehernya sebelum akhirnya diselamatkan oleh tim konservasi.
Jack diperkirakan berusia sekitar 18 bulan saat diselamatkan pada Desember 2025. Saat ditemukan, bayi orangutan tersebut berada di dalam kotak kayu kecil dengan rantai berat yang mengunci lehernya hingga menimbulkan luka.
Organisasi konservasi The Orangutan Project melaporkan Jack ditemukan sendirian dan jauh dari habitat alaminya di hutan. Kondisi tersebut membuat Jack tidak dapat menjalani perkembangan alami sebagaimana bayi orangutan pada umumnya.
Secara alami, anak orangutan bergantung pada induknya untuk mempelajari berbagai keterampilan penting. Induk biasanya mengajarkan cara memanjat, mencari makanan, membuat sarang, hingga beradaptasi dengan lingkungan hutan.
Peneliti primata dari University of Warwick, Dr Luke Duncan, menjelaskan bayi primata memiliki kebutuhan biologis untuk membangun ikatan dengan induknya. Ketika induk tidak ada, mereka cenderung mencari pengganti yang memberikan rasa aman.
“Pengganti yang lembut, dalam bentuk mainan boneka, dapat memberikan kenyamanan yang berarti bagi bayi primata yatim piatu,” ujar Duncan dalam kajian yang dikutip dari HuffPost UK.
Setelah proses penyelamatan, Jack kini menjalani perawatan di pusat rehabilitasi orangutan di Berau. Luka di lehernya telah sembuh dan kondisi kesehatannya dilaporkan terus membaik.
Tim perawat juga memantau perkembangan perilaku Jack selama masa karantina. Ia disebut menunjukkan karakter orangutan muda yang aktif, ingin tahu, dan suka bermain.
Setelah dinyatakan sehat secara medis, Jack akan diperkenalkan dengan bayi orangutan lain di pusat rehabilitasi. Interaksi ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sosial bagi orangutan muda.
Dalam beberapa bulan ke depan, Jack akan memulai tahap rehabilitasi lanjutan melalui program Sekolah Hutan. Program tersebut dirancang untuk melatih orangutan muda mempelajari keterampilan bertahan hidup sebelum kemungkinan dilepasliarkan ke habitat alaminya.






