KUALA KURUN, TABALIEN.comAnggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Cici Susilawati, mendorong mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar menghadirkan program pengabdian yang benar-benar berdampak. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa maupun kelurahan.

Menurut Cici, mahasiswa memiliki bekal ilmu pengetahuan, inovasi, dan semangat pengabdian yang dapat menjadi modal untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Saya berharap mahasiswa KKN mampu membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemajuan desa dan kelurahan melalui berbagai program pengabdian yang dijalankan,” ujarnya, Jumat (24/7).

Politisi Partai Demokrat itu menilai program KKN harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan. Ia menyebut sejumlah isu yang dapat menjadi perhatian mahasiswa, di antaranya penanganan stunting, pengembangan sektor pertanian, pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga promosi potensi wisata desa.

“Program yang dijalankan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” katanya.

Cici juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat agar pelaksanaan KKN mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menerima 225 mahasiswa Universitas Palangka Raya yang akan melaksanakan KKN di 15 desa dan kelurahan.

Sekretaris Daerah Gunung Mas, Richard, berharap para mahasiswa dapat menjadi mitra pemerintah dan masyarakat melalui berbagai program yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan di daerah.

“Kami berharap mahasiswa berperan aktif mendukung penanganan stunting, pengembangan sektor pertanian, pengelolaan sampah, promosi potensi wisata, serta pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan di lokasi KKN,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Gunung Mas, Yantrio Aulia, mengatakan pelaksanaan KKN berlangsung mulai 14 Juli hingga 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut tersebar di 15 desa serta kelurahan di Kabupaten Gunung Mas.

Kredit Redaksi