PURUK CAHU, TABALIEN.com – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, meninggal dunia pada Senin (31/8). Anak tersebut sebelumnya mengalami sesak napas dan memiliki penyakit lain berupa kelainan pada ginjal.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, mengatakan anak tersebut tidak meninggal semata-mata karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun kabut asap. Menurut dia, anak itu juga telah lama mengalami penyakit lain.

“Anak tersebut juga sempat mengalami sesak napas, tapi tidak semerta-merta karena asap terus ISPA lalu meninggal. Namun anak tersebut juga juga mengalami penyakit lain, yaitu kelainan terdapat pada ginjalnya,” kata Suwirman.

Suwirman menyebut keluhan masyarakat yang kemudian diidentifikasi sebagai gejala ISPA di Murung Raya telah mencapai lebih dari 700 orang. Data tersebut dihimpun berdasarkan masyarakat yang melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan.

Menurut Suwirman, masyarakat yang mengalami ISPA hingga saat ini masih dalam kondisi ringan dan dapat ditangani dengan obat-obatan.

“Syukurnya, sampai saat ini masyarakat masih mengalami ISPA ringan yang dapat diobati dengan obat-obatan,” tegas Suwirman.

Dinas Kesehatan Murung Raya juga telah menjalankan Posko penanganan kesehatan bagi warga terdampak Karhutla. Penanganan tersebut berjalan bersamaan dengan Posko Karhutla.

Di posko itu tersedia obat-obatan, masker, dan oksigen untuk warga terdampak Karhutla. Tim kesehatan juga telah diturunkan untuk mendampingi petugas dan relawan yang bertugas.

“Jadi silahkan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pertolongan pertama bisa ke Posko Karhutla, dan untuk petugas dan relawan yang bertugas kami sudah menurunkan tim kesehatan untuk mendampingi apabila ada petugas mengalami dampak kabut asap,” tegas Suwirman.

Selain posko kesehatan, Suwirman mengatakan pihaknya telah menjalankan Rumah Oksigen di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Murung Raya, di depan RSUD Puruk Cahu.

Rumah oksigen tersebut disediakan sebagai upaya pertolongan pertama bagi masyarakat, petugas, atau relawan yang mengalami sesak napas.

“Tujuan disediakannya rumah oksigen ini adalah sebagai upaya pertolongan pertama jika ada masyarakat, petugas, atau relawan yang mengalami sesak nafas,” jelasnya.

Sementara itu, Lulus, warga Gang Arjuna yang merupakan tetangga anak tersebut, mengatakan kondisi anak mulai memburuk sejak Kota Puruk Cahu diselimuti kabut asap.

Menurut Lulus, anak tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Puruk Cahu pada Jumat (28/8). Keluarga sebelumnya berencana membawa anak itu ke rumah sakit di Banjarmasin, tetapi rencana tersebut batal setelah anak meninggal pada Senin pagi.

“Kata orang tuanya rencana hari ini akan diberangkatkan ke rumah sakit di Banjarmasin, akan tetapi rencana itu batal karena sang anak meninggal tadi pagi. Menurut keluarganya juga anak itu mengalami asma sejak usia dua tahun dan makin parah sejak terjadinya kabut asap di Kota Puruk Cahu,” sebut Lulus singkat.

Kredit Redaksi