Plasma Perkebunan Seruyan, DPRD Bahas Progres Bersama Tiga Koperasi
SERUYAN, TABALIEN.com – Pembahasan Plasma Perkebunan Seruyan digelar bersama tiga koperasi desa dan dihadiri ribuan warga di gedung tenis indoor Pemerintah Kabupaten Seruyan, Senin, 20 April 2026 malam. Pertemuan tersebut membahas perkembangan rencana kerja sama plasma dengan perusahaan perkebunan.
Warga yang hadir berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Seruyan Hilir. Mereka mengikuti diskusi terkait rencana realisasi program plasma yang direncanakan bermitra dengan perusahaan PT Sarana Titian Permata (STP).
Pertemuan ini melibatkan tiga koperasi desa yang mengusulkan kerja sama plasma. Ketiga koperasi tersebut yakni Koperasi Limau Manis dari Desa Pematang Limau, Koperasi Tanjung Jaya Bersama, serta Koperasi Amanah Kuala Pembuang.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan Harsandi menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dalam pertemuan tersebut. Ia menilai kehadiran warga menunjukkan perhatian terhadap proses realisasi plasma perkebunan di wilayah tersebut.
“Saya mengapresiasi antusias masyarakat yang hadir malam ini untuk membahas upaya mendapatkan plasma perkebunan,” ujar Harsandi, Senin, 20 April 2026.
Ia menyebut warga yang hadir berasal dari beberapa desa, antara lain Desa Tanjung Rangas, Desa Pematang Limau, Desa Pematang Panjang, Kuala Pembuang I, dan Kuala Pembuang II.
Menurut Harsandi, rencana pengembangan Plasma Perkebunan Seruyan telah dibahas sejak 2023. Namun hingga kini proses realisasinya masih berlangsung dan memerlukan tahapan koordinasi lanjutan.
“Sejak 2023 wacana plasma ini sudah dibahas. Masyarakat juga sering menanyakan perkembangan prosesnya,” ujar Harsandi, Senin, 20 April 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus koperasi yang terus mengupayakan proses kerja sama plasma bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan koperasi memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak masyarakat terhadap program plasma.
Harsandi berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar proses realisasi plasma dapat berjalan lebih cepat. Program ini diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa yang menjadi peserta.
“Semua pihak diharapkan mendukung proses ini agar masyarakat yang menjadi peserta plasma dapat memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Harsandi.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat, pengurus koperasi, serta pemangku kepentingan daerah. Diskusi lanjutan direncanakan untuk memastikan tahapan kerja sama plasma berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.









