Kemitraan Pembangunan, Bupati Seruyan Teken Kerja Sama Kaleka

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama perwakilan Kaleka Indonesia dan sejumlah pihak terkait berfoto usai penandatanganan kesepakatan kerja sama pembangunan berkelanjutan di Jakarta, Rabu (08/04/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, TABALIEN.com – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memimpin penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (08/04/2026).

Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2014 dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Seruyan.

Dalam sambutannya, Ahmad Selanorwanda menyampaikan Kaleka Indonesia selama ini menjadi mitra penting pemerintah daerah dalam mendorong berbagai program prioritas, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Sejak 2014, Kaleka telah menjadi mitra strategis kita. Kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, antara lain Sertifikasi Yurisdiksi dan Gawi Bapakat yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Bupati juga menyoroti pentingnya peran investor dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, investor tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga membawa pengetahuan, teknologi, serta jaringan yang dapat memperkuat pembangunan daerah.

“Para investor adalah individu yang telah melalui proses panjang, belajar, berdiskusi, membangun kapasitas hingga memiliki pengalaman. Kehadiran mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, jaringan, dan kepercayaan yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan harus melibatkan semua pihak dalam satu arah kebijakan yang jelas, dengan tujuan utama memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pembenahan dari sektor hulu, termasuk perbaikan infrastruktur, kelancaran distribusi, serta pengelolaan produksi daerah yang tertib dan aman.

“Kita harus mulai dari hulu. Infrastruktur harus baik, distribusi lancar, dan produksi daerah harus tertib. Ditambah potensi kebun masyarakat yang luas dan produktif, ini merupakan kekuatan besar yang perlu kita optimalkan,” katanya.

Ia juga menyinggung perkembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Seruyan yang telah dikelola masyarakat selama puluhan tahun.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Sebagian kebun sawit kita telah berkembang selama 20 hingga 25 tahun. Ini menunjukkan pengalaman yang cukup. Tinggal bagaimana kita memperkuat regulasi dan implementasinya agar produk kita mampu bersaing secara global,” ucapnya.

Ahmad Selanorwanda menambahkan berbagai tantangan pembangunan tetap akan muncul, mulai dari keterbatasan anggaran hingga dinamika kebijakan.

Namun ia menilai perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar selama tetap berfokus pada tujuan pembangunan.

“Perbedaan itu biasa dalam demokrasi. Yang terpenting kita tetap fokus pada tujuan utama, yaitu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta bersikap tegas terhadap aktivitas yang merusak alam, termasuk pertambangan ilegal.

“Kita harus tegas terhadap aktivitas yang merusak lingkungan seperti pertambangan ilegal. Selain merusak alam, kegiatan tersebut juga membahayakan masyarakat dan masa depan generasi,” pungkasnya.

Avatar photo
Avatar photo