Bank Kalteng Perkuat Tata Kelola Menuju IPO 2030

Tampak depan kantor pusat Bank Kalteng di Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – PT BPD Bank Kalteng menargetkan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2030 sebagai bagian dari strategi memperkuat permodalan dan tata kelola perusahaan, di tengah penanganan dugaan pelanggaran internal yang sedang diproses manajemen.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menyampaikan rencana tersebut dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring pada Senin (06/04/2026) lalu.

Menurutnya, rencana IPO merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas permodalan sekaligus memperkuat posisi Bank Kalteng di industri perbankan nasional.

“Rencana kami tahun 2030 Bank Kalteng akan IPO untuk menjadikan bank ini dari KBMI 1 dengan modal inti di atas Rp3 triliun menjadi bank dengan modal inti di atas Rp6 triliun,” ujar Maslipansyah.

Ia menjelaskan, manajemen telah menyiapkan berbagai tahapan menuju perusahaan terbuka, termasuk menunjuk konsultan untuk mendampingi proses transformasi tersebut.

“Secara internal kami sudah menghitung dan menyiapkan berbagai tahapan menuju IPO. Kami juga telah menunjuk konsultan untuk mendampingi proses tersebut,” katanya.

Maslipansyah menambahkan, penguatan tata kelola dan sistem pengendalian internal menjadi bagian penting dari langkah transformasi Bank Kalteng. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan komitmen manajemen menjaga transparansi dan akuntabilitas operasional perbankan.

Langkah penguatan tata kelola juga dilakukan seiring penanganan dugaan pelanggaran oleh oknum internal yang sebelumnya mencuat. Manajemen menegaskan kasus tersebut merupakan tindakan individual dan tidak mencerminkan sistem operasional Bank Kalteng secara keseluruhan.

Bank Kalteng memastikan investigasi internal berjalan serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, sementara sistem pengamanan dan layanan perbankan tetap beroperasi normal.

Selain rencana IPO, Bank Kalteng juga menargetkan pertumbuhan kinerja dalam jangka pendek. Perseroan menargetkan pertumbuhan aset sekitar 15 persen, peningkatan laba 20 persen, serta penyaluran kredit tumbuh sekitar 11 persen.

Di sisi lain, Bank Kalteng juga menyiapkan transformasi bisnis dengan memperluas layanan, termasuk rencana pengembangan menjadi bank devisa. Langkah ini dinilai relevan mengingat potensi ekspor Kalimantan Tengah yang ditopang sektor komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit.

Dengan status bank devisa, Bank Kalteng diharapkan dapat menjadi mitra transaksi bagi perusahaan-perusahaan eksportir di daerah.

Dalam sesi penjurian yang sama, juri dari Sinergi Daya Prima, Eri Sumiarso, menilai potensi ekonomi Kalimantan Tengah dapat menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis perbankan daerah.

“Insyaallah doanya Bapak terkabul, Pak. Karena tempatnya Bapak ini kan banyak kebun sawit dan batu bara,” kata Eri.