Mahasiswa Asal Barito Selatan Ditemukan Meninggal di Kos
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Polisi menyelidiki kematian seorang mahasiswa program studi keperawatan berinisial LF (19) yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di Jalan G. Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Minggu sore.
Korban diketahui berasal dari Kabupaten Barito Selatan dan sedang menempuh pendidikan di Palangka Raya. Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah keluarga kesulitan menghubungi korban.
Pemilik kos, Yanto (47), mengatakan dirinya diminta keluarga untuk memeriksa kondisi korban karena telepon seluler korban tidak dapat dihubungi sejak siang.
Sekitar pukul 14.45 WIB, Yanto mendatangi kamar korban. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, ia memeriksa kondisi kamar dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
“Saya benar-benar terkejut dan langsung memanggil istri saya. Kami segera berteriak meminta tolong kepada Ketua RT dan warga sekitar,” ujar Yanto.
Menerima laporan tersebut, personel SPKT dan Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan sejumlah barang milik korban sebagai bagian dari penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dokter Spesialis Kedokteran Forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, menyatakan hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar secara saksama menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan fisik pihak lain pada tubuh korban. Kematian murni akibat asfiksia (mati lemas) khas pada kasus gantung diri,” terang dr. Ricka Brillianty.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan penyidik belum menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan latar belakang kejadian berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lokasi.
“Korban diketahui tinggal seorang diri di kos tersebut. Berdasarkan catatan dan keterangan awal saksi-saksi di sekitar TKP, ada indikasi kuat korban sempat terlibat konflik personal atau cekcok dengan pacarnya beberapa saat sebelum kejadian,” ungkap AKP Eka Palti.
Saat ini, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Kabupaten Barito Selatan terkait proses penyerahan jenazah untuk dimakamkan.










