Dokter Ingatkan Pentingnya Protein Saat Puasa, Batasi Karbohidrat Berlebih
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan karbohidrat, khususnya nasi, sebagai sumber energi utama sering kali tetap terbawa hingga bulan Ramadan. Padahal, untuk menjalani ibadah puasa secara lebih optimal, konsumsi protein disarankan lebih diutamakan dibandingkan karbohidrat berlebihan.
dr. Adi Suciatma, petugas medis di RS Pratama Tumbang Samba, menjelaskan bahwa karbohidrat memang dapat memberikan rasa kenyang dengan cepat. Namun efek kenyang tersebut biasanya tidak bertahan lama.
“Karbohidrat memang mampu memberikan rasa kenyang dengan cepat, tetapi juga cenderung membuat rasa lapar kembali muncul lebih cepat. Kondisi ini semakin diperparah dengan meningkatnya konsumsi minuman manis kekinian yang populer di kalangan anak muda, sehingga berpotensi meningkatkan asupan gula harian,” ujarnya.
Menurutnya, ketergantungan masyarakat terhadap karbohidrat dalam pola makan sehari-hari juga dipengaruhi oleh faktor historis. Pada masa lalu, masyarakat lebih banyak mengonsumsi karbohidrat karena keterbatasan ekonomi untuk membeli sumber protein seperti daging, ikan, maupun telur.
“Namun saat ini, dengan akses pangan yang semakin baik, masyarakat memiliki peluang untuk memperbaiki pola makan, termasuk selama Ramadan,” katanya.
Ia menambahkan, protein memiliki sejumlah manfaat penting bagi tubuh. Selain membantu menjaga massa otot dan jaringan tubuh, protein juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu tubuh bertahan hingga siang bahkan sore hari selama menjalani puasa.
“Tidak hanya itu, konsumsi protein juga membantu tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga proses metabolisme menjadi lebih efisien dan menyehatkan,” tambahnya.
dr. Adi juga mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan berpotensi meningkatkan risiko penyakit gula atau diabetes, baik bagi generasi saat ini maupun di masa mendatang.
Karena itu, ia menyarankan agar pola makan selama Ramadan disusun lebih seimbang, dengan meningkatkan konsumsi protein saat sahur maupun berbuka, sementara karbohidrat tetap dikonsumsi dalam porsi yang wajar. (Mth).





