KUALA KURUN, TABALIEN.com – Anggota Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas), Evandi, menegaskan bahwa paradigma pembangunan daerah harus berorientasi pada kualitas hasil yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar tingginya serapan anggaran.
Menurut legislator Partai NasDem itu, setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tepat sasaran, sesuai aturan, serta memiliki manfaat yang tinggi bagi masyarakat.
“Sudah bukan zamannya lagi berlomba-lomba menghabiskan anggaran pembangunan. Yang paling penting adalah pembangunan itu dilaksanakan dengan baik, berkualitas, sesuai aturan, dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Evandi, Senin (20/7/2026).
Ia mengatakan Komisi II DPRD Gumas lebih mengedepankan efektivitas dan kualitas pelaksanaan pembangunan daripada mengejar tingginya persentase penyerapan anggaran. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas akan memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara umum, Evandi menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gumas telah menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian serius, terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) atau Zona Tiga.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah banyaknya jembatan kayu yang telah berusia tua dan kondisinya semakin memprihatinkan. Selain menghambat mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Sebagian besar jembatan kayu itu sudah termakan usia. Sudah saatnya dilakukan penggantian menjadi box culvert atau jembatan besi, tergantung panjang bentangannya. Untuk bentangan pendek bisa menggunakan box culvert, sedangkan bentangan yang lebih panjang sebaiknya dibangun jembatan besi,” jelasnya.
Evandi mengungkapkan Komisi II DPRD Gumas telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gumas agar program penggantian jembatan kayu dapat dilaksanakan secara bertahap setiap tahun sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Kami berharap setiap tahun minimal ada satu hingga tiga jembatan yang bisa ditingkatkan. Target besar kami jelas, ke depan tidak ada lagi jembatan kayu di ruas jalan kabupaten di Gunung Mas,” tegasnya.
Legislator tiga periode itu menegaskan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Zona Tiga merupakan komitmen yang terus diperjuangkan Komisi II DPRD Gumas. Meski mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah, ia mengakui hasil yang dicapai hingga kini masih belum optimal.
Menurut Evandi, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam mempercepat pembangunan. Belum optimalnya transfer dana dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), turut memengaruhi kapasitas keuangan daerah untuk membiayai berbagai program strategis.
“Kalau melihat komitmen pemerintah sebenarnya sudah ada, tetapi memang belum maksimal. Kemungkinan besar karena kemampuan anggaran kita yang masih terbatas,” katanya.
Ia menambahkan informasi yang diterima DPRD menunjukkan kondisi kas daerah saat ini juga belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang tersedia.
Evandi berharap percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di Zona Tiga, menjadi prioritas pemerintah daerah ketika kondisi fiskal kembali membaik.
“Kami ingin ketika kondisi keuangan daerah sudah membaik, pembangunan infrastruktur benar-benar dipercepat. Masyarakat di Zona Tiga berhak mendapatkan akses jalan dan jembatan yang aman, layak, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
