Harga Pertamax Naik, Unggahan Lama Gerindra Dibahas Lagi
JAKARTA, TABALIEN.com – Unggahan lama Partai Gerindra soal kenaikan harga BBM pada 2015 kembali dibicarakan setelah harga Pertamax dan Pertamax Green naik.
Unggahan itu berasal dari akun Facebook resmi Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra pada 30 Maret 2015. Saat itu, Gerindra mengkritik kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Dalam unggahan tersebut, Gerindra menulis bahwa partai bersama Prabowo Subianto akan terus memperjuangkan aspirasi rakyat. Gerindra juga menyatakan tidak setuju jika pemerintah membiarkan harga BBM tidak stabil.
Partai itu menilai ketidakstabilan harga BBM dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat.
Unggahan lama tersebut juga memuat pernyataan Kardaya Warnika. Dalam sumber, Kardaya disebut sebagai Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra saat itu.
“Pemerintah mesti sadar bahwa beberapa kebijakan itu harus mempertimbangkan kepentingan rakyat. Jangan buat rakyat menderita,” demikian kutipan pernyataan dalam unggahan tersebut.
Dikaitkan dengan Kenaikan Pertamax
Narasi lama itu kembali dibahas setelah harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan tersebut terjadi saat Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI. Kondisi itu membuat sebagian pengguna media sosial mengaitkan kembali unggahan Gerindra pada 2015 dengan kebijakan harga BBM saat ini.
Perbincangan tersebut tidak hanya menyangkut angka kenaikan harga. Sebagian pengguna media sosial juga menyoroti konsistensi sikap politik ketika posisi partai berubah dari oposisi menjadi bagian dari pemerintahan.
Pemerintah Sebut Ada Evaluasi Formula Harga
Di sisi kebijakan, pemerintah dan Pertamina menyebut penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi formula harga yang ditetapkan pemerintah. Penyesuaian itu disebut berkaitan dengan keberlanjutan distribusi energi dan pasokan BBM berkualitas kepada masyarakat.
Meski begitu, perbincangan publik di media sosial masih mengaitkan kenaikan harga BBM dengan pernyataan lama Gerindra. Unggahan pada 2015 itu kembali dipakai sebagai pembanding terhadap situasi saat ini.
Hingga artikel ini disusun, tangkapan layar unggahan lama Gerindra tersebut masih beredar di berbagai platform media sosial. Perdebatan publik berkembang pada isu konsistensi sikap politik, beban ekonomi masyarakat, dan arah kebijakan energi pemerintah.











