BPBD Tetapkan Siaga Karhutla di Kotim
SAMPIT, TABALIEN.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur sepanjang Januari 2026 dengan total luasan terbakar sekitar 15,94 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menetapkan status siaga darurat selama 30 hari, terhitung sejak Jumat (23/01/2026) hingga Sabtu (21/02/2026). Penanganan dilakukan bersama Manggala Agni di beberapa kecamatan terdampak.
Data BPBD hingga Rabu (29/01/2026) mencatat kebakaran tersebar di berbagai titik, didominasi lahan gambut dan semak belukar. Sejumlah lokasi belum terdata luasannya karena kendala teknis di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menegaskan status siaga darurat berada di bawah komando operasi BPBD.
“Kebakaran hutan dan lahan termasuk kategori bencana. Status siaga itu ada di BPBD selaku komando operasi, dan kami berbagi peran sesuai tupoksi,” ujar Multazam, Rabu (11/02/2026).
Rangkaian kebakaran terjadi sejak Kamis (15/01/2026) di kawasan menuju Ujung Pandaran dengan luasan sekitar enam hektare. Sehari kemudian, Jumat (16/01/2026), kebakaran muncul di Desa Babirah seluas 0,05 hektare.
Selasa (20/01/2026), kebakaran tercatat di wilayah Eka Bahurui dengan luasan sekitar 0,001 hektare. Rabu (21/01/2026), api muncul di Jalan Bawi Jahawen seluas 0,06 hektare, Jalan Poros Perum Betang Raya sekitar 0,4 hektare, serta Desa Luwuk Bunter yang masih dalam pendataan.
Kamis (22/01/2026), kebakaran terjadi di Desa Terantang dan Desa Penyang, Kecamatan Telawang, dengan luasan sekitar satu hektare di Penyang. Jumat (23/01/2026), api kembali muncul di Jalan Poros Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, membakar lahan kosong sekitar 20 x 4 meter.
Minggu (25/01/2026), kebakaran terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 29 Sampit. Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dan merambat akibat cuaca panas serta angin kencang, membakar area sekitar 50 x 70 meter.
Senin (26/01/2026), kebakaran kembali muncul di Jalan Jenderal Sudirman Km 22 dekat Jembatan Lenggana dan Desa Bagendang Hilir. Puncaknya terjadi Rabu (28/01/2026) di Jalan Sawit Raya Km 11, Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan lahan gambut terbakar sekitar delapan hektare.
Operasi pemadaman sempat dihentikan sementara karena kondisi gelap dan dilanjutkan keesokan harinya.
Pada Kamis (29/01/2026), BPBD juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Hujan deras yang mengguyur Sampit pada malam hari membantu menurunkan potensi kebakaran lanjutan. Hingga akhir Januari 2026, tidak ada laporan tambahan kejadian karhutla.










