Pemprov Kalteng Evaluasi Dugaan Keracunan MBG
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merespons dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 16 warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Senin (09/02/2026).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan pengecekan terhadap kejadian tersebut sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG di daerah. Evaluasi dilakukan dengan melibatkan koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kalimantan Tengah.
“Kita akan mengecek itu, kita akan mengevaluasi dan memberikan masukan kepada Koordinator BGN Wilayah Kalteng,” ujar Leonard saat ditemui di Bundaran Besar Palangka Raya.
Leonard menegaskan dugaan keracunan makanan ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dan harus ditangani secara kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta BGN di masing-masing wilayah. Menurutnya, penanganan terpadu diperlukan agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuan.
Terkait kemungkinan pencabutan izin dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Leonard menyebut pemerintah belum membahas pemberian sanksi. Ia menegaskan penanganan saat ini masih berfokus pada evaluasi dan penelusuran awal kejadian.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyampaikan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan telah merespons cepat laporan dugaan keracunan tersebut. Tim Dinas Kesehatan mendatangi rumah sakit untuk memantau langsung kondisi warga terdampak.
“Kepala Dinas Kesehatan bersama jajarannya sudah datang langsung ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan kondisi warga,” ujar Arbert di Palangka Raya, Jumat (06/02/2026).
Arbert menjelaskan langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan warga sekaligus memperoleh gambaran awal penyebab kejadian. Ia menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya tidak bertindak sebagai pengawas teknis program MBG, melainkan berperan memfasilitasi pelaksanaannya.
Pemko Palangka Raya juga meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan SPPG dan pihak dapur penyedia makanan untuk mengonfirmasi proses penyediaan dan distribusi makanan. Arbert menegaskan langkah ini dilakukan tanpa menghakimi pihak mana pun.
“Ini untuk mengurangi risiko ke depan agar tidak terlalu banyak kejadian seperti ini,” katanya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 16 warga mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG di Posyandu Harum Manis. Empat orang di antaranya menjalani perawatan medis.
Ketua Posyandu Harum Manis, Isnaniyah, menyebut empat warga yang dirawat terdiri dari satu balita, satu anak usia tujuh tahun, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil. Ia menjelaskan menu MBG yang dikonsumsi berupa telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon.
Isnaniyah menambahkan hingga Jumat sore kondisi seluruh pasien yang sempat dirawat dilaporkan berangsur membaik. Pemerintah Kota Palangka Raya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.








