KATINGAN, TABALIEN.com – Bareskrim Polri menerjunkan tim taktis ke Kalimantan Tengah untuk memburu jaringan narkotika yang disebut sebagai pelaku penyerangan terhadap polisi. Tim itu juga dikerahkan untuk mempercepat pencarian dua anggota Polres Katingan yang masih hilang setelah operasi penggerebekan.
Langkah tersebut diambil setelah Aipda Yudhi Perdana Putra gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di wilayah hukum Polres Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, selain satu personel gugur, dua anggota lain belum ditemukan. Keduanya yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.
Bareskrim Beri Dukungan Penuh
Eko memastikan Bareskrim Polri memberi dukungan penuh kepada jajaran di lapangan. Dukungan itu mencakup pencarian anggota yang belum ditemukan, pengamanan wilayah, serta pengungkapan jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri.
Ia juga menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi. Evaluasi dilakukan agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal saat menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ucap Eko dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Eko turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhi saat bertugas memberantas peredaran narkotika.
Bupati Katingan Ajak Warga Dukung Polisi
Bupati Katingan Saiful menyatakan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (2/7/2026), setelah insiden yang menimpa personel kepolisian dalam operasi penindakan narkoba di Katingan.
“Saya, Saiful, Bupati Katingan, sangat mendukung upaya pemberantasan narkoba dari Bumi Penyang Hinje Simpei,” tegas Saiful.
Menurut Saiful, momentum Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 perlu menjadi penguat solidaritas masyarakat. Ia mengajak warga mendukung gerakan kepolisian dalam memberantas narkoba di Kabupaten Katingan.
“Pada momentum Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-80 ini, saya mengajak kepada kita semua, marilah kita dukung gerakan memberantas narkoba oleh Kepolisian Kabupaten Katingan,” tambahnya.
Saat ini, jajaran kepolisian masih fokus melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Upaya itu dilakukan untuk menemukan dua personel yang hilang sekaligus mengejar jaringan pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolda Kalteng Ajak Tamu Mengheningkan Cipta
Sebelumnya, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan kabar duka tersebut dalam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 dan Penghargaan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti Tahun 2026 di Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Kamis (2/7/2026).
Sebelum memulai sambutan, Kapolda mengajak tamu undangan berdiri dan mengheningkan cipta. Doa itu ditujukan bagi personel yang meninggal dunia serta dua anggota yang masih hilang.
“Hari ini memang hari yang membahagiakan, namun hari ini juga hari yang kami jajaran kepolisian berduka. Saya ingin mengajak Bapak Ibu sekalian untuk sejenak berdoa buat anggota kami yang meninggal dunia,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kapolda menyampaikan, musibah itu terjadi saat personel melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Katingan pada Rabu (1/7/2026).
Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia. Dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dinyatakan hilang.
“Mudah-mudahan kita doakan Aipda Yudi yang meninggal bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan yang masih hilang kita doakan supaya selamat, bisa ketemu dengan selamat,” tutur Kapolda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kronologi rinci insiden yang terjadi saat operasi penindakan jaringan narkoba tersebut.
