PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang dan membahayakan keselamatan warga.

Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan perubahan kondisi cuaca perlu diantisipasi bersama. Terlebih, pohon berusia tua atau memiliki kondisi perakaran kurang kuat lebih rentan tumbang ketika diterpa angin kencang.

“Sehubungan dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki masa peralihan pasc kemarau panjang, di mana intensitas curah hujan mulai meningkat dan berpotensi disertai angin kencang, kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya pohon tumbang,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Untung menjelaskan, perubahan kondisi tanah setelah kemarau panjang dapat memengaruhi kekuatan akar dalam menopang pohon. Pada sejumlah lokasi, tanah yang mulai basah dan lebih gembur berpotensi mengurangi daya cengkeram akar.

Kombinasi hujan berintensitas tinggi dan angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama pada pohon yang tinggi, sudah tua, atau memiliki perakaran kurang kuat.

“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, ditambah hembusan angin kencang, daya cengkeram akar pohon terhadap tanah berpotensi berkurang sehingga pohon, khususnya yang sudah tua, tinggi, atau memiliki kondisi perakaran yang kurang kuat, lebih rentan tumbang,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko, DLH mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon besar ketika hujan deras dan angin kencang.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi pepohonan di lingkungan sekitar, terutama pohon yang terlihat miring, memiliki akar terangkat, batang keropos, atau cabang rapuh.

Untung menegaskan, masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di sekitar pohon yang menunjukkan tanda-tanda berpotensi tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat agar turut menjaga dan memantau kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas umum. Apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang, segera laporkan kepada instansi terkait agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Selain itu, DLH mendorong perangkat daerah, pihak kelurahan, RT/RW, serta masyarakat untuk bersama-sama memantau kondisi pepohonan di wilayah masing-masing sebagai langkah pencegahan terhadap risiko pohon tumbang. (Mth).

 

 

 

FAQ

Mengapa risiko pohon tumbang meningkat pada masa peralihan cuaca?
Risiko meningkat karena kombinasi hujan berintensitas tinggi dan angin kencang, ditambah kondisi tanah yang mulai basah dan gembur setelah kemarau panjang sehingga mengurangi daya cengkeram akar pohon.
Apa yang harus dihindari masyarakat saat terjadi hujan deras dan angin kencang?
Masyarakat diimbau tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon besar serta menghindari aktivitas di sekitar pohon yang berpotensi tumbang.
Pohon dengan kondisi seperti apa yang perlu diwaspadai dan dilaporkan?
Pohon yang terlihat miring, memiliki akar terangkat, batang keropos, atau cabang yang rapuh.
Kredit Redaksi