PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mendeteksi tiga titik api di wilayah setempat pada Selasa (3/11/2026). Dua titik berada di Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, sedangkan satu titik lainnya terpantau di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya langsung bergerak melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemetaan dan pemantauan lokasi titik api agar penanganan di lapangan berjalan efektif.
Menurutnya, curah hujan yang masih rendah belum mampu memadamkan sisa lahan terbakar secara maksimal. Kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya kembali asap maupun titik api baru.
“Karena memang dengan curah hujan yang masih sedikit ini belum bisa memadamkan kawasan lahan terbakar dengan maksimal,” tambahnya.
Dampak kebakaran lahan juga terlihat pada penurunan kualitas udara di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara mulai memburuk sejak pukul 09.00 WIB dan masuk kategori tidak sehat.
Prakirawan BMKG, Neng Arini, menyebut konsentrasi partikel halus PM2.5 sempat meningkat hingga mencapai kategori berbahaya. Angkanya tercatat menyentuh 589 pada pukul 13.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya mengancam kawasan lahan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat penurunan kualitas udara. (Mth).
