PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Personel dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Palangka Raya dikerahkan, untuk melaksanakan patroli dan pemantauan intensif.
Sebanyak 20 personel patroli telah disiagakan selama 10 hari terakhir. Mereka bertugas secara bergiliran mulai pukul 08.00 hingga 04.00 WIB untuk memastikan kondisi wilayah tetap terpantau.
“Dalam 10 hari terakhir ini, kita mengaktifkan 20 anggota patroli yang bergerak mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 04.00 dini hari,” ujar Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto dalam konferensi pers di Aula BPBD Kota Palangka Raya, Minggu (1/11/2026).
Selain patroli darat, pengawasan juga diperkuat melalui pengerahan lima tim drone. Tim tersebut merupakan gabungan personel dari Satpol PP, Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).
Pemantauan menggunakan drone terutama difokuskan pada malam hingga dini hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi pembakaran lahan yang sengaja dilakukan oleh oknum warga.
“Bapak Wali Kota menginginkan justru tim drone ini bergerak mulai pukul 00.00 untuk mengantisipasi apabila ada sebagian warga kita yang berkeinginan untuk coba-coba,” tambah Berlianto.
Terkait masa penugasan personel, Pemko Palangka Raya akan menyesuaikan pengerahan petugas dengan arahan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
Apabila masa tugas Satgas berakhir, kegiatan patroli dan pemantauan di lapangan juga akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Dengan penguatan patroli darat dan pemantauan udara, Pemko Palangka Raya berupaya meningkatkan deteksi dini serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat. (Mth).
