PALANGKA RAYA, TABALIEN.comKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya tercatat 104 kejadian dengan total luas 53,81 hektare hingga 24 Juli 2026. Data tersebut dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 71 kali, disusul Sebangau 17 kejadian, Pahandut 12 kejadian, dan Bukit Batu empat kejadian. Kecamatan Rakumpit belum mencatat kasus karhutla.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop-PB) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menyampaikan petugas masih menangani sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam.

Salah satu lokasi yang masih menjadi fokus penanganan berada di kawasan Kilometer 13, Jalan Damang Gustaf Erang. Balap mengatakan proses pemadaman di titik itu sudah berlangsung sekitar dua pekan, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai lima hektare.

“Penanganan lanjutan sudah dua minggu di sana,” ujar Balap, Minggu (26/7/2026).

Meski pemadaman terus dilakukan, lahan gambut di lokasi tersebut masih mengeluarkan asap akibat bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah. “Masih mengeluarkan asap sampai sekarang,” katanya.

Selain di Jalan Damang Gustaf Erang, BPBD juga memantau dan menangani titik lain, yakni Jalan Robinson, Jalan Yos Sudarso ujung, serta wilayah perbatasan Kelurahan Kameloh Baru dengan Desa Taruna. Balap menjelaskan titik di Jalan Robinson dan Jalan Damang Gustaf Erang sudah ditangani sekitar satu pekan karena api belum sepenuhnya padam.

Terkait kemungkinan bertambahnya luas lahan terbakar, Balap menyampaikan pihaknya belum bisa memberikan pembaruan karena tim masih melakukan pendataan di lapangan.

BPBD Kota Palangka Raya terus mengerahkan personel untuk memadamkan dan mendinginkan sejumlah titik api guna mencegah perluasan kebakaran, terutama di lahan gambut yang rawan kembali terbakar akibat bara api yang masih tersisa di dalam tanah.

Sebaran Titik Panas di Kalimantan Tengah, 1–27 Juli 2026

Berdasarkan data satelit NASA-MODIS, NASA-NOAA20, dan NASA-SNPP, tercatat 2.726 titik panas di Kalimantan Tengah sepanjang 1 hingga 27 Juli 2026. Jumlah titik panas cenderung meningkat pada pertengahan hingga akhir Juli, dengan jumlah harian tertinggi terpantau pada 26 Juli 2026 sebanyak 340 titik.

Berikut sebaran titik panas per kabupaten/kota selama periode tersebut:

Kabupaten/Kota Jumlah Titik Panas
Pulang Pisau 489
Sukamara 399
Lamandau 366
Kotawaringin Timur 340
Kapuas 289
Seruyan 185
Katingan 167
Gunung Mas 139
Kota Palangka Raya 102
Kotawaringin Barat 71
Barito Utara 67
Barito Selatan 53
Murung Raya 34
Barito Timur 25

Di Kota Palangka Raya, titik panas terbanyak berada di Kecamatan Sabangau dengan 62 titik, disusul Jekan Raya 33 titik, dan Rakumpit 5 titik. Kecamatan Pahandut dan Bukit Batu masing-masing mencatat 1 titik panas.

Berdasarkan tingkat kepercayaan (confidence) satelit, dari seluruh titik panas yang terpantau, 2.563 titik berstatus medium, 123 titik high, dan 40 titik low.

Kredit Redaksi