Pencarian Korban Taksi Perahu Masih Berlanjut

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian korban hilang usai kecelakaan kapal di Sungai Barito, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (8/7/2025). (Foto: dok. Basarnas)

BARITO UTARA, TABALIEN.com – Pencarian korban hilang dalam insiden tenggelamnya taksi perahu akibat ditabrak kapal tongkang di perairan Barito Utara, Kalimantan Tengah, memasuki hari kelima pada Sabtu (12/7/2025). Satu penumpang bernama Agus Jaya (34) hingga kini masih belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Simamoraturahman, mengatakan bahwa tim gabungan masih terus menyisir lokasi kejadian. “Kami masih upaya pencarian satu orang atas nama Agus Jaya,” ujarnya.

Sebelumnya, dua penumpang lainnya ditemukan meninggal dunia pada Kamis (10/7) sekitar pukul 07.10 WIB. Korban masing-masing bernama Suriansyah (62), warga tujuan Tuhup, dan Rustam (49), rekan kerja Agus di PT Luwa Haur, Desa Makunjung, Kabupaten Murung Raya.

Dari total 40 penumpang dalam perahu motor ‘Black Cobra’ milik Waldi, sebanyak 37 berhasil diselamatkan. Mereka berasal dari berbagai daerah tujuan, termasuk ke Puruk Cahu dan desa-desa sekitarnya.

Insiden terjadi pada Selasa (8/7) di perbatasan Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya, tepatnya di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat. Mesin perahu mengalami kerusakan saat berada di depan Jetty wilayah Santuyun, menyebabkan kapal hanyut ke tengah sungai selama sekitar satu jam.

Saat kapal tongkang bermuatan bahan bakar solar yang ditarik tugboat milik PT AKT Muara Tuhup melintas, taksi perahu berada di jalur tabrakan. Posisi perahu yang terapung di antara tugboat dan tongkang menyebabkan kecelakaan tak terhindarkan.

“Taksi perahu karam sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika tongkang semakin dekat, penumpang panik dan menceburkan diri ke sungai sebelum kapal terbalik dan tenggelam,” ungkap Simamoraturahman.

Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta relawan setempat. Pemerintah daerah meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai turut membantu memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.