OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah Santri Kalteng Melalui Program EPIKS

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman (FOTO :OJK Kalteng)

PALANGKA RAYA, TABALIEN.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Edukasi Keuangan Hari Santri bertema “Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif”sebagai bagian dari Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi Kalimantan Tengah 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mengungkapkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi OJK Tahun 2024 menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masing-masing sebesar 65,43 persen dan 75,02 persen. Sementara indeks literasi keuangan syariah masih rendah, yaitu 39,11 persen, dengan inklusi keuangan syariah sebesar 12,88 persen.

“Kita harus menjadikan pendidikan keuangan sebagai bagian dari kurikulum pesantren. Para santri perlu diperkenalkan dengan berbagai produk keuangan, terutama yang berbasis prinsip syariah,” ujar Agusman.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan penyerahan simbolis produk keuangan syariah kepada dua perwakilan Pondok Pesantren di Kota Palangka Raya melalui program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS). Kegiatan ini dihadiri oleh 550 santri secara langsung dan 500 santri secara daring dari 14 Pondok Pesantren di Kalimantan Tengah.

Pj. Walikota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, mengapresiasi inisiatif OJK dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya melalui akses layanan keuangan yang lebih luas.

Selama periode BIK 2024 (September-18 Oktober), Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan 15 kegiatan dengan total 12.133 peserta. Capaian inklusi keuangan mencatat penambahan 24.255 rekening perbankan senilai Rp1,78 triliun dan 52.001 rekening sektor IKNB senilai Rp543,96 miliar, serta 140 Single Investor Identification (SID). (Mth)