Ketergantungan Pasokan, DPRD Dorong Penguatan Pertanian

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, memberikan keterangan kepada awak media di depan Kantor DPRD Palangka Raya terkait upaya penguatan sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan daerah. (Foto: inikalteng.com)

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian untuk mengurangi ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar wilayah, Sabtu (11/04/2026).

Ia menyampaikan sebagian besar kebutuhan pangan seperti beras, sayur, dan gula masih dipasok dari luar daerah sehingga ketahanan pangan lokal dinilai belum optimal.

“Kita perlu upaya konkret agar minimal 40 persen kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam daerah,” ujar Khemal.

Politisi Partai Golkar tersebut menilai ketergantungan terhadap pasokan luar daerah berpotensi menimbulkan risiko ketika terjadi gangguan distribusi.

Menurutnya, hambatan distribusi seperti banjir atau kendala transportasi dapat berdampak langsung pada ketersediaan barang dan kenaikan harga di pasaran.

“Kalau terjadi gangguan distribusi seperti banjir atau kendala transportasi, pasokan bisa terganggu dan harga akan naik,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dapat memengaruhi biaya angkut logistik.

Khemal menjelaskan antrean panjang BBM berpotensi menghambat proses distribusi barang dan meningkatkan biaya operasional pengangkutan.

“Walaupun harga BBM tidak naik, antrean panjang membuat waktu distribusi terhambat dan biaya operasional meningkat,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai penguatan produksi pangan lokal perlu dilakukan melalui optimalisasi lahan pertanian, dukungan kepada petani, serta inovasi dalam pengelolaan sektor pangan.

“Jika produksi dalam daerah diperkuat, ketahanan pangan akan lebih terjaga dan inflasi bisa lebih terkendali,” pungkasnya.