NATAI LENGKUAS, TABALIEN.com – Natalie dan Cantik, dua orangutan betina yang sejak bayi berada dalam perawatan Orangutan Foundation International atau OFI, dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting pada Maret 2020.
Keduanya dilepas bersama individu orangutan jantan remaja bernama Rimut setelah menjalani perawatan, penilaian perilaku, dan pemeriksaan kesehatan sebelum kembali ke alam liar.
Natalie dan Cantik Dirawat Sejak Bayi
Natalie dan Cantik tiba di Pusat Perawatan Orangutan atau OCCQ sebagai bayi yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan perawatan.
Natalie berada dalam kondisi sehat dan bugar ketika tiba. Sementara Cantik membutuhkan perawatan tambahan karena didiagnosis mengalami airsacculitis, kondisi klinis yang menginfeksi kantung udara dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta hidung tersumbat.
Kondisi tersebut juga penting bagi orangutan karena kantung udara digunakan saat bersuara. Jika tidak ditangani, airsacculitis dapat menimbulkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.
Pada 2007, Cantik menjalani operasi. Kantung udaranya dikeringkan dan dijahit. Setelah tindakan medis tersebut, Cantik pulih sepenuhnya.
Seiring waktu, Natalie dan Cantik tumbuh menjadi dua orangutan yang dekat satu sama lain dan dengan para pengasuh. Cantik dikenal lebih aktif dan kerap mengambil inisiatif, sedangkan Natalie memiliki sikap lebih santai dan mengikuti arus.
Adaptasi di Pulau Orangutan
Ketika ukuran tubuh keduanya tidak lagi sesuai untuk fasilitas orangutan muda, Natalie dan Cantik sempat ditempatkan di klinik utama.
Pada awal 2018, keduanya memasuki tahap berikutnya menuju kebebasan. Staf melepas Natalie dan Cantik ke kawasan hutan suaka seluas 2 hektare yang dikelilingi parit kering dan tembok pelindung.
Kawasan tersebut dibangun khusus oleh OFI dan berfungsi sebagai “Pulau Orangutan”. Di tempat itu, orangutan dapat diamati dan dinilai untuk mengetahui kemampuan penting sebelum hidup di alam liar.
Di kawasan tersebut, Natalie dan Cantik juga berada bersama Ricky, seekor orangutan jantan dewasa. Sebuah platform pemberian makan dipasang untuk mendistribusikan makanan.
Platform itu meniru fasilitas pemberian makan tambahan di beberapa lokasi pelepasan, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting, agar orangutan dapat memahami penggunaannya setelah dilepasliarkan.
Natalie dan Cantik cepat beradaptasi dengan tempat baru. Mereka kerap terlihat bersama, berjalan di hutan, membuat sarang, berayun di antara dahan, dan menghabiskan waktu di kanopi pohon.
Sebelum memasuki kawasan itu, Natalie dan Cantik diberi implan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Selama berada di sana, keduanya juga belajar hidup berdampingan dengan primata lain. Monyet makaka dan gibbon liar menjadi beberapa satwa yang sesekali melintas di kawasan tersebut.
Dilepasliarkan di Tanjung Puting
Setelah melalui penilaian yang cukup, staf OFI menyepakati Natalie dan Cantik siap hidup di alam liar.
Pada akhir 2019, staf menyelesaikan pembangunan platform pemberian makan baru di tepi Taman Nasional Tanjung Puting. Lokasi itu disiapkan sebagai titik awal Natalie dan Cantik kembali ke alam.
Pada Januari 2020, keduanya dipindahkan ke area karantina sebagai persiapan pelepasliaran. Proses tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengangkatan implan kontrasepsi secara aman.
Hari pelepasan tiba pada Maret 2020. Natalie, Cantik, dan Rimut dimasukkan ke kandang transportasi. Natalie dan Cantik berada dalam kandang transportasi yang sama.
Karena kawasan taman hanya dapat diakses melalui jalur air, ketiganya lebih dulu dibawa menggunakan kendaraan darat menuju pelabuhan terdekat. Dari sana, mereka diangkut menggunakan perahu menuju Taman Nasional Tanjung Puting.
Kandang transportasi kemudian ditempatkan di atas platform pemberian makan di lokasi pelepasan dekat Natai Lengkuas.
Saat pintu kandang dibuka, Natalie dan Cantik langsung keluar. Keduanya melompat dari platform dan bergerak menuju hutan.
Setelah bertahun-tahun berada dalam perawatan OFI, Natalie dan Cantik akhirnya kembali memperoleh kemandirian di alam liar.
