Polres Barito Utara Ungkap Pembunuhan Enam Korban di Teweh Timur
MUARA TEWEH, TABALIEN.com – Polres Barito Utara mengungkap kasus Pembunuhan Teweh Timur yang menewaskan lima orang dan menyebabkan satu korban mengalami luka berat. Polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial VN, LK, dan SA.
Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menyampaikan peristiwa tersebut terjadi di kawasan hutan dekat jalan hauling perusahaan di kilometer 95 wilayah Kecamatan Teweh Timur.
Menurut kepolisian, insiden bermula dari konflik sengketa lahan antara dua pihak yang tidak menemukan kesepakatan.
“Kami memastikan telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Jumlah korban enam orang, lima meninggal dunia dan satu mengalami luka berat. Motif sementara terkait sengketa lahan,” ujar AKBP Singgih Febiyanto, Selasa, 21 April 2026.
Polisi menyebut para pelaku diduga menggunakan senjata tajam jenis parang atau mandau saat melakukan penyerangan. Penyidik juga mendalami kemungkinan penggunaan senjata api rakitan.
Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah saksi menyatakan mendengar suara letusan saat kejadian berlangsung.
“Untuk barang bukti masih kami kembangkan karena sempat dihilangkan oleh pelaku,” ujar AKBP Singgih Febiyanto, Selasa, 21 April 2026.
Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermawan menambahkan hubungan antara korban dan pelaku masih memiliki keterkaitan keluarga. Sengketa lahan disebut telah berlangsung cukup lama sebelum peristiwa kekerasan terjadi.
“Korban satu keluarga, pelaku juga memiliki hubungan keluarga. Permasalahan ini sudah lama dan dipicu sengketa lahan,” ujar AKP Ricky Hermawan, Selasa, 21 April 2026.
Penyidik Polres Barito Utara menjerat para pelaku dengan Pasal 459 KUHP Baru terkait pembunuhan berencana. Polisi juga menduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya dengan pembagian peran antar pelaku.
Selain melakukan penyerangan, penyidik mendalami dugaan tindakan pembakaran di lokasi kejadian.
Saat ini kepolisian masih melakukan pengembangan untuk memastikan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus Pembunuhan Teweh Timur tersebut.
Proses autopsi terhadap lima korban meninggal dunia juga masih berlangsung untuk kepentingan penyelidikan.
Di sisi lain, korban luka berat bernama Alfian menjalani operasi di RSUD Muara Teweh pada Senin, 20 April 2026.
Humas RSUD Muara Teweh Amrulah menyampaikan operasi berjalan lancar dan melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah, dokter anestesi, serta sejumlah perawat.
“Proses operasinya berjalan lancar, aman dan terkendali. Jenis operasinya operasi besar,” ujar Amrulah, Selasa, 21 April 2026.
Operasi dimulai pukul 19.50 WIB dan selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di ruang Teratai RSUD Muara Teweh dengan kondisi stabil.
Sementara itu, lima jenazah korban masih berada di RSUD Muara Teweh dan menunggu proses autopsi oleh tim dokter forensik.
Polres Barito Utara mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi terkait kasus Pembunuhan Teweh Timur tersebut.









