Dampak Buruk Melewatkan Sarapan Pagi: Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi Orang sedang Sarapan

Sarapan berperan penting dalam pembentukan serotonin, hormon yang berpengaruh pada suasana hati, melalui mekanisme pemrosesan triptofan dari karbohidrat.

 

4. Lapar Berlebih di Siang Hari

 

Tanpa sarapan, tubuh cenderung mencari asupan energi lebih banyak di siang hari, yang bisa meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan cepat saji atau camilan tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan siklus makan berlebih dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Sarapan yang mengandung protein tinggi dapat membantu menahan rasa lapar dan mengontrol keinginan makan berlebih sepanjang hari.

 

5. Risiko Penyakit Kardiovaskular

Melewatkan sarapan secara rutin juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease menemukan bahwa orang yang tidak sarapan memiliki risiko 21% lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang rutin sarapan.

Orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi, yang berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung.

Pentingnya Sarapan untuk Kesehatan Jangka Panjang

Orang yang sarapan secara rutin tujuh kali seminggu memiliki risiko lebih rendah untuk menderita penyakit jantung, diabetes, obesitas, stroke, hipertensi, dan peningkatan kadar kolesterol jahat, menurut jurnal Medicine. Oleh karena itu, sarapan sebaiknya menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari.

Untuk mendapatkan pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik guna merencanakan asupan yang tepat bagi tubuh. (Mth)