Logo Kategori

KUALA PEMBUANG, TABALIEN.com – Besarnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seruyan menjadi perhatian Anggota DPRD Seruyan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Bejo Riyanto. Ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi strategi pemungutan dan pengelolaan sumber pendapatan daerah.

Pada APBD 2025, target PAD Seruyan ditetapkan mencapai Rp265 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan target PAD 2024 yang berada di kisaran Rp161 miliar.

Namun, data realisasi pendapatan 2025 yang disebut dalam sumber menunjukkan PAD hanya sekitar Rp70,57 miliar. Kondisi itu memperlihatkan adanya perbedaan antara target dan realisasi pendapatan daerah.

Target PAD Perlu Dievaluasi

Bejo menilai persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai angka dalam APBD. Menurutnya, selisih target dan realisasi perlu menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas strategi pemungutan serta pengelolaan sumber pendapatan daerah.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu realistis dalam menetapkan target sekaligus membenahi sumber-sumber PAD yang belum tergarap secara maksimal.

“Kalau target terus dinaikkan tetapi realisasinya belum mampu mengikuti, tentu harus dievaluasi. Kita perlu tahu potensi sebenarnya ada di mana dan apa kendala dalam pemungutannya,” ujar Bejo, Selasa (29/09/26).

Ia menilai peningkatan PAD membutuhkan pembenahan dari hulu hingga hilir. Hal itu mencakup pendataan objek pajak dan retribusi, sistem pemungutan, pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Bejo juga mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki sumber pendapatan mempunyai target dan indikator yang jelas.

“Harus ada evaluasi per sumber PAD. Mana yang potensinya besar, mana yang belum tergarap, dan apa penyebab target tidak tercapai. Dari sana baru kita bisa menyusun langkah yang lebih terukur,” katanya.

Realisasi PAD 2026 Masih 10,27 Persen

Sorotan terhadap PAD juga berlanjut pada APBD 2026. Anggaran PAD tercatat Rp214,41 miliar, sedangkan hingga Juni 2026 realisasinya disebut baru mencapai Rp22,03 miliar atau sekitar 10,27 persen.

Realisasi tersebut terdiri dari pajak daerah sebesar Rp12,32 miliar, retribusi Rp7,98 miliar, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp1,73 miliar.

Pemerintah Kabupaten Seruyan sendiri melalui Badan Pendapatan Daerah pada 2026 mengembangkan SI-REKON PATEN atau Sistem Rekonsiliasi Otomatis Pendapatan Daerah. Inovasi tersebut ditujukan untuk mendukung proses rekonsiliasi penerimaan daerah yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data.

Bejo berharap kondisi tersebut menjadi momentum untuk membangun sistem PAD yang lebih realistis dan terukur. Ia juga berharap pendapatan daerah mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Seruyan.

FAQ

Siapa pihak yang menyoroti ketimpangan target dan realisasi PAD Kabupaten Seruyan?
Bejo Riyanto, Anggota DPRD Seruyan dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Berapakah realisasi PAD Kabupaten Seruyan hingga bulan Juni 2026?
Realisasi PAD mencapai Rp22,03 miliar atau sekitar 10,27 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp214,41 miliar.
Apa nama sistem inovasi yang dikembangkan Pemkab Seruyan untuk mengelola pendapatan daerah pada tahun 2026?
SI-REKON PATEN atau Sistem Rekonsiliasi Otomatis Pendapatan Daerah.
Kredit Redaksi
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun melalui proses peliputan dan penyuntingan oleh tim redaksi. Namun, sebagai bentuk transparansi, kami menyatakan bahwa publikasi ini merupakan konten kemitraan berbayar yang keseluruhan isi dan narasinya mewakili kepentingan Pemerintah Kabupaten Seruyan.