KUALA KAPUAS, TABALIEN.com – Benih padi unggul lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) varietas Nyai Undang berhasil menghasilkan panen di tengah kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitasnya mencapai lebih dari 3,6 hingga 4 ton per hektare.
Panen berlangsung di lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kamis (8/10/2026). Padi dipanen menggunakan mesin combine harvester.
Keberhasilan tersebut menunjukkan potensi benih lokal Nyai Undang untuk tetap berproduksi meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan curah hujan.
Sejak masa tanam hingga panen, lahan tersebut nyaris tidak mendapatkan hujan. Hujan yang sempat turun hanya berupa rintik-rintik sehingga belum mampu mengatasi kondisi kekeringan. Meski demikian, tanaman padi yang menggunakan benih Nyai Undang tetap tumbuh dan menghasilkan panen.
Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian
Manager Brigade Pangan Petani Keren, Reyri Kaswanda, berharap keberhasilan panen tersebut dapat mendorong generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek.
“Kita tidak perlu takut lagi menanam di cuaca ekstrem, karena dengan kondisi kekeringan seperti ini saja kami berhasil panen,” tegas Reyri.
Ia juga meyakini benih unggul lokal memiliki potensi untuk mendukung sektor pangan sekaligus menjadi daya tarik bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia pertanian.
Menurut Reyri, keberadaan benih lokal merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan keterbatasan ketersediaan air.
Potensi Benih Lokal untuk Ketahanan Pangan
Panen padi varietas Nyai Undang di Desa Bina Jaya menjadi gambaran potensi pengembangan benih lokal Kalimantan Tengah dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Keberhasilan produksi di tengah kemarau panjang juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap penggunaan benih unggul lokal.
Selain itu, hasil panen tersebut diharapkan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, terutama melalui pemanfaatan benih lokal yang dinilai berpotensi mendukung produksi pangan di tengah tantangan cuaca.
