Menteri LH Minta Gubernur Kalteng Kendalikan Karhutla
PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurrofiq meminta Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode rawan kebakaran diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
“Kondisi karhutla berdasarkan data BMKG sudah memasuki masa yang perlu menjadi perhatian kita semua. Diperkirakan, bulan kedua ini akan menjadi periode yang cukup berat. Maka, kesiapsiagaan perlu kita bangun bersama,” ujar Hanif usai apel gabungan penanggulangan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu, 6 Agustus 2025.
Hanif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi. “Prinsipnya, semua hal yang perlu kita lakukan harus segera dilakukan. Karakteristik wilayah Kalteng perlu mendapatkan perhatian serius,” katanya.
Ia menjelaskan, hampir sepertiga wilayah Kalimantan Tengah merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar jika tidak ditangani secara hati-hati. “Hampir 30 persen merupakan lahan gambut yang memiliki sifat sangat sensitif dalam penanganannya,” ucap Hanif.
Karena itu, ia meminta Gubernur Kalteng dan seluruh jajarannya bersikap sigap dan tanggap dalam menghadapi potensi karhutla di tahun ini.
“Saya berpesan penuh kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran agar mampu mengendalikan kejadian karhutla secara cepat, efektif, dan efisien di tahun ini,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah, dari total luas wilayah provinsi sekitar 15,3 juta hektare, sekitar 4.675.105 hektare atau 30,44 persen merupakan lahan gambut. Lahan ini tersebar di 12 kabupaten dan kota di provinsi ini.
Ikuti Saluran Tabalien di:













