PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Kelompok Tani Muda Berkarya yang berdomisili di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, menggelar pemasangan baleho atau spanduk imbauan untuk menghentikan pembakaran lahan dan hutan, Selasa (28/7/2026) pagi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh ketua kelompok tani, Khairul Anwar, tersebut melibatkan sejumlah anggotanya dan berlangsung di sepanjang jalan poros Trans Kalimantan Kalampangan.
Pemasangan lima unit baleho ini merupakan bentuk ketaatan petani muda dengan Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Titik-titik pemasangan difokuskan di kawasan Kelurahan Kalampangan yang dinilai rawan karena banyak masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Isi himbauan yang tertera pada spanduk berbunyi “STOP BAKAR LAHAN…!!!” serta mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk mengolah lahan tanpa membakar demi keberlanjutan lingkungan.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi warga maupun pengguna jalan yang melintas agar lebih peduli terhadap bahaya Karhutla.
Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya, Khairul Anwar, menyatakan pemasangan baleho merupakan langkah edukasi konkret di tengah masyarakat. Menurutnya, dampak Karhutla dirasakan langsung oleh para petani, mulai dari gagal panen, kabut asap yang mengganggu kesehatan, hingga risiko jeratan hukum.
“Sebagai petani muda, kami merasakan langsung dampak Karhutla. Gagal panen, asap, sampai masalah hukum. Melalui baleho dan imbauan ini kami ingin mengajak warga Palangka Raya untuk bertani atau membuka lahan tanpa bakar. Jaga hutan, jaga hasil tani kita,” ujar Khoirul.
Melalui kegiatan ini, kelompok tani berharap masyarakat beralih ke metode pengolahan lahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan demi masa depan anak cucu di Bumi Tambun Bungai.
Sebaran Titik Panas di Kalimantan Tengah, 1–27 Juli 2026
Berdasarkan data satelit NASA-MODIS, NASA-NOAA20, dan NASA-SNPP, tercatat 2.726 titik panas di Kalimantan Tengah sepanjang 1 hingga 27 Juli 2026. Jumlah titik panas cenderung meningkat pada pertengahan hingga akhir Juli, dengan jumlah harian tertinggi terpantau pada 26 Juli 2026 sebanyak 340 titik.
Berikut sebaran titik panas per kabupaten/kota selama periode tersebut:
| Kabupaten/Kota | Jumlah Titik Panas |
|---|---|
| Pulang Pisau | 489 |
| Sukamara | 399 |
| Lamandau | 366 |
| Kotawaringin Timur | 340 |
| Kapuas | 289 |
| Seruyan | 185 |
| Katingan | 167 |
| Gunung Mas | 139 |
| Kota Palangka Raya | 102 |
| Kotawaringin Barat | 71 |
| Barito Utara | 67 |
| Barito Selatan | 53 |
| Murung Raya | 34 |
| Barito Timur | 25 |
Di Kota Palangka Raya, titik panas terbanyak berada di Kecamatan Sabangau dengan 62 titik, disusul Jekan Raya 33 titik, dan Rakumpit 5 titik. Kecamatan Pahandut dan Bukit Batu masing-masing mencatat 1 titik panas.
Berdasarkan tingkat kepercayaan (confidence) satelit, dari seluruh titik panas yang terpantau, 2.563 titik berstatus medium, 123 titik high, dan 40 titik low.
