BPBD Kotim Siaga Karhutla Meski Hujan

Pemadam kebakaran swakarsa mengumpulkan sumbangan untuk BBM di tepi jalan di tengah kabut di Kota Palangka Raya pada 2015 lalu.

KOTAWARINGIN TIMUR, TABALIEN.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan tetap siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun musim kemarau tahun ini tergolong basah dengan curah hujan yang masih terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa seluruh unit telah disiagakan dan dilaporkan kepada Bupati serta Kapolres Kotim. “Apabila ada kejadian, semua sudah dalam posisi siap pakai, siap guna,” ujarnya di Sampit, Rabu (2/7/2025).

Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kotim, khususnya bagian selatan, mulai memasuki musim kemarau sejak dasarian Juni. Namun, fenomena siklon di beberapa daerah masih memicu hujan, termasuk di Kota Sampit dan sekitarnya.

Multazam menuturkan bahwa meski hujan masih turun, intensitasnya mulai menurun sejak awal Juli. Ia menambahkan, kemunculan embun atau kabut pagi hari di Sampit menjadi tanda awal musim kemarau. “Itu menunjukkan adanya perubahan temperatur udara,” jelasnya.

Selain itu, hujan yang cukup sering terjadi pada Juni dianggap sebagai pertanda berakhirnya musim hujan. BPBD Kotim menggunakan fenomena tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla, mengingat Kotim didominasi lahan gambut yang sangat rawan terbakar.

“Data dari 2015 hingga 2024 menunjukkan kemarau biasanya dimulai Juni, lalu peningkatan karhutla signifikan terjadi pada Juli dan Agustus. Tahun lalu kejadian cukup besar. Untuk 2025, kita lihat perkembangannya,” katanya seperti dilansir dari AntaraNewsKalteng.

BPBD Kotim telah menyiapkan armada, peralatan, dan personel untuk mengantisipasi karhutla dan potensi kekeringan akibat musim kemarau. Langkah-langkah preventif terus dilakukan agar daerah tetap dalam kondisi aman.