PALANGKA RAYA, TABALIEN.comGubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran menyatakan prihatin atas gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, saat menjalankan tugas penangkapan terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Dalam peristiwa itu, dua personel lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian. Penyisiran dilakukan di wilayah sungai serta lokasi sekitar kejadian.

Insiden tersebut terjadi saat Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terduga bandar narkoba jenis sabu. Seorang warga bernama Teriyo (40) juga meninggal dunia setelah terkena tembakan dalam kejadian tersebut.

Kronologi Operasi di Tumbang Kalemei

Peristiwa bermula dari laporan masyarakat pada Rabu (1/7/2026) terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Polisi kemudian membidik dua orang terduga pelaku berinisial BIO dan BUSU, dengan BIO sebagai target utama operasi.

Tim gabungan yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Katingan berangkat sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Personel dibagi menjadi dua tim.

Tim 1 beranggotakan sembilan personel bergerak menuju rumah target. Sementara Tim 2 yang beranggotakan tiga personel bersiaga di area SMPN setempat.

Pada tahap awal, target utama berinisial BIO sempat diamankan sesuai rencana. Namun, situasi berubah ketika seorang pria muncul dari arah dapur sambil membawa parang dan diduga menyerang Briptu Dedi.

Serangan itu berhasil digagalkan setelah Briptu Dedi dibantu Bripda Ferdy menangkap tangan pelaku. Ketegangan kembali meningkat ketika dua pria lain keluar dari kamar sambil membawa parang dan mengarahkannya kepada petugas, termasuk kepada Kasat Resnarkoba.

Aiptu Sumariyanto sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk melindungi komandannya. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur hingga Teriyo terkena tembakan dan meninggal dunia di tempat.

Kepungan Massa dan Pencarian Personel

Kematian Teriyo memicu kemarahan pihak keluarga dan puluhan warga desa. Massa kemudian mengepung personel kepolisian di lokasi penangkapan.

Massa disebut membawa parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Dalam kondisi terdesak, personel kepolisian berusaha mundur sambil meminta bantuan ke Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Sejumlah anggota kepolisian terpaksa berlari menembus gelapnya malam untuk menyelamatkan diri. Sebagian personel juga menceburkan diri ke sungai dan sempat berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai.

Sementara itu, Tim 2 yang mencoba mencari bantuan sempat dikejar mobil SUV silver. Mereka juga dihadang sekelompok massa bersenjata tajam dan senjata api rakitan.

Tim 2 akhirnya berhasil memacu kendaraan hingga tiba di Polsek Katingan Tengah dalam keadaan selamat. Hingga Jumat (3/7/2026), dua personel masih belum diketahui keberadaannya.

Terduga Pelaku Diamankan

Upaya pengejaran terhadap pelaku kekerasan terhadap aparat kepolisian mulai membuahkan hasil. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.

Terduga pelaku tersebut ditangkap di kawasan lanting sedot emas di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Penangkapan itu dikonfirmasi Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.

“Benar, kami telah mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial A yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota kami saat operasi di Desa Tumbang Kalemei,” ungkap AKBP Dodik Hartono, Jumat (3/7/2026).

Dodik mengatakan pria tersebut kini sedang diinterogasi. Ia menegaskan penangkapan A tidak menghentikan pengejaran terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan.

“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” terangnya.

Agustiar Dukung Pemberantasan Narkoba

Gubernur Agustiar Sabran menilai upaya membebaskan Kalimantan Tengah dari peredaran narkoba memerlukan sinergi semua pihak. Ia menyatakan dukungan kepada aparat kepolisian, khususnya jajaran Polda Kalteng, dalam pemberantasan narkoba di daerah ini.

“Narkoba ini diyakini dapat memutus mata rantai masa depan generasi muda. Oleh karena itu, saya sangat mendukung pihak aparat kepolisian setempat, khususnya jajaran Polda Kalteng untuk terus maju dan sigap dalam memberantas peredaran narkoba di daerah ini,” katanya.

Terkait gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Agustiar menyebut personel yang meninggal saat bertugas perlu mendapatkan semacam penghargaan. Ia juga meminta keluarga korban yang ditinggalkan mendapat perhatian.

Agustiar menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah siap mendukung aparat dalam pemberantasan narkoba di daerah ini.