Kasus DBD Palangka Raya 2025 Capai 215

Petugas kesehatan bersama warga terlihat melakukan pengasapan (fogging) di kawasan permukiman Kota Palangka Raya sebagai upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Foto: MMC Palangka Raya.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat 215 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2025 yang tersebar di sejumlah kelurahan dengan tingkat kasus relatif terkendali. Kasus tersebut terjadi di wilayah perkotaan dengan beberapa titik menjadi fokus pemantauan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palangka Raya, Hendy Fahlevi Diputra, mengatakan sebaran kasus terdapat di Kelurahan Kelampangan, Menteng, dan Langkai.

“Sebarannya ada di beberapa kelurahan, namun tidak signifikan, meskipun di Kelampangan dan kawasan Jalan Mendawai jumlahnya relatif lebih banyak,” ujarnya, Selasa (27/01/2026).

Hendy menjelaskan, sebagian besar kelurahan lainnya hanya mencatat satu hingga dua kasus DBD sehingga masih dalam batas pengendalian. “Di wilayah lain hanya satu atau dua kasus, yang paling banyak memang di titik tertentu,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Palangka Raya, puncak kasus DBD terjadi pada Oktober 2025 dengan total 34 kasus. Wilayah Menteng, Bukit Tunggal, dan Bukit Hindu termasuk kawasan dengan catatan kasus lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Ia menambahkan, peningkatan kasus DBD umumnya dipengaruhi kondisi cuaca pada masa peralihan musim. “DBD biasanya meningkat saat pancaroba, dari kemarau ke musim hujan, dengan kondisi panas dan hujan bergantian yang mendukung perkembangan nyamuk,” tutupnya.