Musisi Hadapi Tantangan dengan ‘Peringatan Darurat’

“Saran pribadi: pasang oleh member sendiri, bukan tim produksi saat persiapan panggung. Tunggu hingga lagu pertama. Ini lebih sulit diganggu saat pertunjukan sudah dimulai,” tambahnya.

Materi visual untuk bendera tersebut dapat diunduh melalui situs darurat.vngnc.xyz, yang merupakan bantuan dari seniman visual Izzy atau @vngnc di X. Izzy mendukung usulan Hindia dan menyediakan materi visual berkualitas 4K yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Gerakan “Peringatan Darurat” muncul sebagai respons terhadap keputusan DPR yang mengabaikan putusan MK mengenai syarat pencalonan Pilkada 2024. Setelah keputusan DPR dan KPU mengenai revisi PKPU Nomor 8 Tahun 2024 pada 25 Agustus 2024, musisi semakin banyak mengadopsi visual Peringatan Darurat dalam penampilan mereka.

Beberapa musisi terkemuka turut serta dalam gerakan ini, termasuk Kunto Aji dalam konser tur ‘Perjalanan Menawar Racun’, Gigi dalam konser peringatan 30 tahun mereka, BAALE dalam Latihan PestaPora, serta Isyana Sarasvati, Reality Club, Danilla, dan Eva Celia di panggung Lalala Feat.

Musisi lainnya seperti Juicy Luicy, Pamungkas, Coldiac, Feel Koplo, dan Fiersa Besari juga menunjukkan dukungan mereka. Inisiasi ini berawal dari ajakan Hindia untuk menggunakan panggung musik sebagai wadah menyuarakan demokrasi.

Dalam konteks ini, musisi Indonesia tidak hanya berjuang untuk kebebasan berkarya tetapi juga melawan ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Dukungan hukum dan solidaritas komunitas seni menjadi vital dalam upaya mereka mempertahankan hak untuk menyuarakan pandangan mereka di tengah situasi politik yang penuh tantangan.