H-20, Pengebom Siluman Cina Siap Guncang Global
Bagi Washington dan mitranya seperti Jepang dan Australia, H-20 menjadi alarm strategis baru. Kemampuannya menembus “Rantai Pulau Kedua” menandakan aset militer AS di Pasifik kini berada dalam jangkauan serangan potensial. Situasi ini mendorong negara-negara tersebut meninjau ulang strategi pertahanan udara mereka.
Pengebom siluman ini juga menandai babak baru dalam persaingan global antara Cina dan Amerika Serikat. H-20 berhadapan langsung dengan proyek pengebom siluman terbaru AS, B-21 Raider. Para pengamat menilai perkembangan ini mencerminkan perlombaan senjata teknologi tinggi yang semakin intens.
Meski diumumkan sejak 2016, proyek H-20 masih diselimuti kerahasiaan. Spekulasi menyebut uji terbang pertama dilakukan secara tertutup, dan pesawat ini baru akan mencapai kemampuan operasional penuh pada awal 2030-an.
Tantangan utama bagi pengembangnya adalah mesin turbofan berdaya tinggi dengan jejak panas dan suara rendah agar fitur siluman bekerja efektif. Cina diyakini tengah menyempurnakan mesin WS-20 untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Jika berhasil mencapai status operasional, H-20 akan menjadi titik balik dalam kekuatan udara global. Pesawat ini tidak hanya memperluas jangkauan militer Cina, tetapi juga mengubah keseimbangan strategis di Indo-Pasifik, menantang dominasi udara Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.






